SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Rusia dan China Bangun Stasiun Bulan untuk Menyaingi Amerika

Rusia dan China Bangun Stasiun Bulan untuk Menyaingi Amerika

Rusia dan China melakukan kerja sama untuk membangun stasiun internasional di Bulan. (DOK/Dailymail)

Suara Kalbar– Rusia dan China telah memulai kerja sama untuk membangun stasiun khusus di Bulan. Dengan proyek ini, kedua negara tersebut diharapkan dapat melampaui Amerika Serikat dalam eksplorasi potensi yang ada di satelit alami Bumi.

Melansir dari Beritasatu.com, Sabtu(27/07/2024), Rusia dan China merencanakan lima misi ke Bulan. Untuk mendukung misi tersebut, diperlukan stasiun khusus yang memungkinkan astronaut dari kedua negara untuk tinggal dalam jangka waktu yang lama di Bulan.

Stasiun yang dinamakan Stasiun Bulan Ilmiah Internasional Rusia-China (ISLS) ini akan dibangun dalam tiga tahap: penelitian, pembuatan, dan pengoperasian.

Pada tahap kedua, pembangunan pusat kendali dan pengiriman kargo curah dari Bumi ke Bulan akan dilakukan. Tahap ini juga mencakup pendaratan lunak yang aman dan presisi tinggi di permukaan Bulan, serta dimulainya operasi gabungan antara Rusia dan China.

Tahap ketiga bertujuan untuk pengoperasian stasiun, yang meliputi penelitian dan penjelajahan Bulan, verifikasi teknologi, dan bantuan kepada mitra internasional dalam mendaratkan manusia di Bulan dengan dukungan ISLS yang telah selesai. Tahap ini juga mencakup saran untuk pendaratan manusia di Bulan.

Rusia dan China merencanakan lima misi gabungan untuk menempatkan modul-modul di orbit dan di permukaan Bulan. Mereka mengundang mitra internasional untuk berpartisipasi dalam pembangunan stasiun bulan ini. Roscosmos, perusahaan negara Rusia, dan Badan Antariksa Nasional China akan menandatangani perjanjian bilateral untuk tujuan ini.

“Perjanjian ini berlaku selama 20 tahun. Masa berlakunya otomatis diperpanjang untuk jangka waktu lima tahun berikutnya, kecuali salah satu pihak memberitahukan pihak lainnya secara tertulis melalui saluran diplomatik mengenai niatnya untuk mengakhiri perjanjian ini setidaknya satu tahun sebelum berakhirnya masa berlaku awal atau berakhirnya masa berlaku berikutnya,” bunyi dokumen tersebut.

Sebelumnya Amerika mengejutkan banyak orang karena membatalkan misi Volatiles Investigating Polar Exploration Rover  (Viper) ke Bulan. Keputusan itu diambil pada Rabu (17/7/2024) waktu setempat.

Misi Viper merupakan upaya Amnerika mengirimkan kendaraan khusus ke kutub selatan Bulan. Kendaraan khusus itu diharapkan mampu menemukan es yang dapat digunakan oleh astronaut AS di sekitar kutub selatan Bulan.

Nantinya es tersebut dapat digunakan oleh astronaut AS untuk mengeksplorasi Bulan dalam waktu yang cukup lama. Sayangnya, misi itu justru dibatalkan.

“Ini adalah keputusan yang sangat sulit berdasarkan pembatasan anggaran,” kata Administrator Asosiasi Direktorat Misi Ilmiah NASA, Nicola Fox.

“Ini adalah keputusan yang sangat sulit yang kami buat dalam lingkungan anggaran yang sulit. Viper dirancang untuk mencari es dan kami tahu betapa pentingnya ini,” tambah Fox.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan