SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Proyek Rumah Sakit Vertikal IKN Ditargetkan Selesai Juli 2024

Proyek Rumah Sakit Vertikal IKN Ditargetkan Selesai Juli 2024

Presiden RI Joko Widodo memencet sirine sebagai tanda dimulainya pembangunan Rumah Sakit Vertikal Kementerian Kesehatan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Rabu (20/12/2023). (ANTARA)

Jakarta (Suara Kalbar) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menargetkan penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Vertikal di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur, pada bulan Juli 2024.

Proyek infrastruktur ini, senilai Rp550 miliar, akan menyediakan 250 tempat tidur dengan kebutuhan dokter umum sebanyak 30 orang dan dokter spesialis sebanyak 20 orang.

Budi Gunadi Sadikin, melalui Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, menjelaskan bahwa rumah sakit ini akan memiliki 20 lantai dengan fasilitas seperti ruang rawat inap VVIP, VIP, dan kelas standar. Selain itu, akan ada ruang isolasi, Intensive Care Unit (ICU), Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), Special Care Unit (SCU), dan fasilitas lainnya.

“Rumah sakit akan terdiri atas 250 tempat tidur dengan kebutuhan dokter umum sebanyak 30 orang dan dokter spesialisnya sebanyak 20 orang,” katanya melansir dari ANTARA, Jumat(22/12/2023).

Ia mengatakan RS Vertikal IKN dibangun dengan nilai proyek Rp550 miliar, dengan konstruksi bangunan setinggi 20 lantai dilengkapi ruang rawat inap VVIP, VIP, kelas standar.

Rumah sakit keempat yang dibangun di kawasan IKN, Kabupaten Penajam Paser, Kalimantan Timur itu juga dilengkapi ruang isolasi, Intensive Care Unit (ICU), Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), ICU Isolasi, Special Care Unit (SCU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), High Care Unit (HCU), dan Perinatologi.

Dikatakan Budi, RS Vertikal IKN akan dikembangkan sebagai pusat pelayanan rujukan bertaraf internasional di wilayah IKN dengan layanan unggulan bagi pasien jantung dan stroke.

Selain itu, Kemenkes juga memenuhi kebutuhan SDM kesehatan berikut sarana dan prasarana, termasuk catheterization laboratory (cath lab) atau layanan kateterisasi jantung di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Jika ada pasien datang dengan serangan jantung, kata Budi, layanan tersebut akan memfasilitasi pertolongan medis dalam periode kritis kurang dari 120 menit sejak pasien masuk dari pintu IGD sampai tata laksana reperfusi (stabilitas pasien).

Selain itu, RS tersebut juga dilengkapi klinik umum dan eksekutif, MCU umum dan eksekutif, telemedisin, ruang perawatan intensif, ruang operasi hybrid, haemodialisis, ruang isolasi, dan rehabilitasi medik.

RS Vertikal IKN juga dilengkapi fasilitas telemedisin dan ruang operasi hibrida, beserta terobosan teknologi agar layanan dapat lebih luas, efektif, dan efisien.

Saat ini, RS Vertikal IKN merupakan satu-satunya rumah sakit milik Pemerintah Pusat di IKN, setelah hadir RS swasta Hermina, Rumah Sakit Abdi Waluyo, dan Rumah Sakit Mayapada.

RS Vertikal Kemenkes mulai dibangun di IKN yang ditandai dengan penekanan sirine oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (20/12/2023).

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play