SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Diskusi Film “Jejak Lafran Pane” Meriahkan Kongres HMI Pontianak

Diskusi Film “Jejak Lafran Pane” Meriahkan Kongres HMI Pontianak

HMI Rayakan 77 Tahun dengan Diskusi Film Inspiratif.[SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa]

Pontianak (Suara Kalbar)- Ratusan kader dan alumni HMI mengikuti diskusi film “Jejak Lafran Pane Dalam Film Lafran” yang diselenggarakan Majelis Daerah KAHMI Pontianak di Giat Coffee pada Kamis (30/11/2023).

Diskusi ini menghadirkan Executive Producer Muhammad Arief Rosyid Hasan serta Producer Avesina Soebli dan Deden Ridwan. Film ini direncanakan akan tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia tepat pada usia HMI 77 tahun di tanggal 5 Februari 2024.

Arief Rosyid menyampaikan kegiatan ini bagian kerjasama Producer, MN KAHMI dan MD KAHMI Pontianak. Ia merasa penting di momentum Kongres HMI Ke-32 untuk meramaikan gagasan nilai-nilai keteladanan dari pendiri HMI.

“Mudah-mudahan keteladanan Prof. Lafran Pane bisa dibawa pulang oleh kader HMI seluruh Indonesia dan kesadaran agar kedepan kongres tidak hanya melahirkan Ketua Umum PB HMI bahwa kita semua punya tugas dan tanggungjawab yang sama untuk membawa kejayaan umat dan bangsa dimasa yang akan datang jauh lebih baik,”ucap Arief Rosyid yang merupakan Ketua Umum PB HMI periode 2013-2015.

Ia menyampaikan jelang 77 tahun HMI ini bahwa kader dan alumninya tersebar diberbagai kanal pengabdian politisi, pengusaha, profesional.

“Di politisi tidak ada yang tidak kenal sosok Wakil Presiden Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, pengusaha Bahlil Lahadalia yang sekarang jadi menteri, pendiri HIPMI Abdul Latief, profesional Tanri Abeng dan beberapa direksi BUMN,”tambahnya.

HMI punya kontribusi besar, bahkan di era tahun awal berdiri HMI ikut mempertahankan NKRI. Tentu konteks hari ini tidak bisa harus ada penjajah terus mempertahankan.

“Sekarangkan ada yang disebut corruption war, post truth hal hal itu yang perlu kita tafsirkan kembali bahwa tantangan HMI hari ini jauh lebih beragam dibanding tantangan dimasa yang lalu,” ucap pria yang sebelumnya Komisaris Independen BSI.

Untuk itu menurutnya kajayaan HMI itu dimasa lalu tidak berarti kejayaan HMI dimasa kini. Kejayaan HMI dimasa kini ada ditangan teman-teman yang hadir di Pontianak sebagai pelaksana Kongres.

“Bahwa HMI harus terus kita bawa panji-panjinya untuk menegakan agama Islam dan membawa Indonesia menjadi bangsa yang dihargai oleh dunia,”harapnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan