SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Ketapang Kapal Cantrang Merajalela di Kayong Utara, Dua Desa di Kepulauan Karimata minta Tindakan Tegas

Kapal Cantrang Merajalela di Kayong Utara, Dua Desa di Kepulauan Karimata minta Tindakan Tegas

alah satu Kapal Centrang yang beroperasi di daerah kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara. [SUARAKALBAR.CO.ID/Wiwin]

Kayong Utara (Suara Kalbar)– Maraknya penggunaan pukat cantrang di wilayah Karimata menimbulkan keprihatinan masyarakat. Dugaan keterlibatan oknum tertentu dalam praktik tersebut memicu harapan akan tindakan tegas dari pihak berwenang. Bahkan, dua desa di Kepulauan Karimata berencana untuk bersatu dalam patroli mandiri guna menangani permasalahan ini.

Permasalahan ini diungkapkan oleh Hardiyanto, Kepala Desa Betok Jaya, yang berada di kecamatan Kepulauan Karimata, kabupaten Kayong Utara. Ia menyoroti permasalahan yang berlangsung dan semakin merajalela sejak tahun 2022 hingga saat ini. Ia juga mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam praktik penggunaan cantrang yang berdampak negatif di wilayah Karimata.

“Sudah sangat merajalela penggunaan cantrang. Pada saat Ramadan tahun 2022, kami telah menyampaikan permasalahan cantrang ini kepada Bupati. Namun, responnya kurang memuaskan karena ada oknum-oknum yang terlibat, sehingga penanganannya menjadi sulit. Saya memiliki barang bukti yang valid, tapi Pak Bupati hanya menyarankan agar masyarakat saja yang menangkapnya tanpa mengambil tindakan lebih lanjut,” ungkapnya, Rabu (19/7/2023).

Beberapa bulan setelah itu, pada pertengahan tahun tersebut, masyarakat melakukan patroli dengan melibatkan sekitar 75 orang dan berhasil menangkap dua kapal cantrang dari Pekalongan dan Tegal. Namun, setelah ditangkap, kapal-kapal tersebut dilepaskan kembali dengan membuat kesepakatan tertulis agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Selang beberapa bulan kemudian, di pertengahan tahun, itu kami masyarakat adakan patroli, sebanyak 75 orang, itu dapat 2 buah kami tangkap ( kapal cantrang dari pekalongan dan tegal ), setelah kami tangkap, kami bawak ke betok , kantor desa itu, baru setelah itu kami lepaskan lagi, cuma kasi surat perjanjian, tidak akan mengulangi lagi kan,”ucapnya.

Sayangnya, saat ini nelayan-nelayan pengguna cantrang tetap beroperasi di wilayah Karimata. Bahkan, aktivitas mereka terlihat di dalam kawasan Cagar Alam Laut (CAL) Karimata. Mereka melakukan aktivitas ini dengan berpindah-pindah sehingga sulit untuk ditangkap.

“Masih luar biasa  cantrang beroprasi di karimata  waktu beroprasi mereka ini susah kita tebak, karena waktu siang hari mereka menjauh ( dari pulau karimata ) tapi kalau sudah malam hari mereka memepet, tapi kalau selatan sudah kuat dia ( nelayan cantrang ) berani sampai ke daerah buan, bahkan sampai di daerah Cagar Alam ( CA ), masok di kawasan mereka beroprasi ,cuma kan yang disorot ini masalah cantrang, tapi sebenarnya kapal compreng ( kapal cumi ) itu juga sama merusak, karena besar kecil di ambil habis semua,”paparnya.

Saat ditanyai tentang kegiatan patroli yang biasanya dilakukan oleh PSDKP Kayong Utara, Kepala Desa menyatakan bahwa ia belum pernah melihat kehadiran mereka semenjak menjabat sebagai kepala desa. Selama ini, hanya petugas dari Asisten Intelijen dan Keamanan Maritim (AIRUD) yang sering beroperasi di wilayah tersebut.

“Untuk saat ini, sejak saya menjadi kepala desa, belum pernah, karena belum ada laporan sampai ke desa, tapi kalau AIRUD, sering beroperasi,”katanya.

Hardiyanto berharap agar segera ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menangani masalah ini. Ketidakpuasan masyarakat terhadap kurangnya tindakan dari pihak berwenang dapat menyebabkan situasi semakin tegang dan tidak diinginkan.

“Terutama seperti AIRUD, PSDKP, TNI AL, semua yang berwenang di daerah itu kan, tolonglah, kalau peraturan mau di tegakkan, tolong ditegakkan, kami pernah ngomong sama pak camat, sebelum masyarakat lebih beringas, dan sampai kejadian di pulau datok daerah mempawah itu juga terjadi di daerah karimata kalau tidak ada tindak lanjut dari pihak yang berwenang, karena desa betok desa padang mau bergabung untuk melakukan patroli kalau tidak ada tindak lanjut,”harapnya.

Saat dikonfirmasi, PSDKP tidak memberikan komentar terkait permasalahan ini.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play