SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Singkawang Fauzi Minta Warga Singkawang Waspada Akan Bahaya Obat dan Pangan yang Membahayakan Kesehatan

Fauzi Minta Warga Singkawang Waspada Akan Bahaya Obat dan Pangan yang Membahayakan Kesehatan

BBPOM Pontianak bersama Anggota DPR RI RI H Alifuddin saat memberikan sosialisasi akan bahaya obat dan pangan yang mengandung zat-zat yang membahayakan kesehatan di Kantor Wali Kota Singkawang, Minggu (25/9/2022).

Singkawang (Suara Kalbar)- Kepala BBPOM Pontianak, Fauzi Ferdiansyah mengatakan melalui pemberdayaan masyakarat Pentaheliks diharapkan ada kolaborasi multipihak agar meningkatnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap bahaya obat tradisional, pangan mengandung zat-zat membahayakan kesehatan.

Hal ini disampaikannya pada kegiatan BBPOM Pontianak menggelar komunikasi informasi dan edukasi sinergi pentaheliks perkuat pengawasan obat tradisional di Kantor Wali Kota Singkawang, Minggu (25/9/2022).
Acara ini turut dihadiri Anggota DPR RI, H Alifuddin yang merupakan legislator dari PKS.

“Secara garis besarnya, masyarakat berperan aktif dalam melakukan edukasi ke warga lainnya terkait obat dan pangan yang berbahaya sebagaimana yang dirilis Badan POM,” ujar Kepala BBPOM Pontianak, Fauzi Ferdiansyah.
Kemudian ikut melaporkan dan mengadukan jika terjadi di lapangan baik secara Daring melalui BPOM Mobile atau media sosial.

“Kita mengimbau masyarakat agar lebih waspada serta tidak menggunakan produk-produk obat tradisional dan suplemen kesehatan yang masuk dalam daftar public warning dan tidak diumumkan Badan POM,” katanya.

Selalu ingat, Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau menggunakan obat tradisional dan suplemen kesehatan. Pastikan kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk yang tertera pada label, pastikan produk memiliki Izin edar Badan POM, dan belum melebihi masa kedaluwarsa.

Selain itu, kata dia, peran pemerintah daerah sangat strategis. Melalui dinas terkait yang memiliki personil dapat menjadi mitra untuk mengecek atau memantau di lapangan mulai sharing informasi atau pun dalam proses tindak lanjut.

“Karena jika izin, distribusi, produksi, tapi pengolahan produknya di BPOM, sinergis ini yang penting dalam upaya bersama membertantas obat tradisional ilegal dan mengandung bahan berbahaya,” ujarnya.

Sementara Anggota DPR RI H Alifuddin mengatakan kegiatan ini sosialisasi kegiatan pengawasan tujuannya mendorong partisipasi multipihak seperti masyarakat, pelaku usaha harus berhati hati masuknya obat illegal.

“Dengan kegiatan ini pemerintah ingin mencerdaskan masyarakat dalam mengkonsumsi obat-obatan, pengan yang baik dan sehat. Tentunya banyak sekali keluhan yang kami terima terkait ancaman peredaran obat-obatan, kosmetik yang berbahaya,” jelasnya.

Oleh sebab melalui kegiatan ini kita ingin meningkatkan pengetahuan dan informasi agar masyarakat lebih cerdas dalam mengkonsumsi sebuah produk. Jadi teliti sebelum membeli ini sangat penting agar tidak membahayakan kesehatan kita,” katanya.

Dia juga mengharapkan peran pemerintah daerah juga harus aktif, karena Pemda merupakan perpanjangan pemerintah pusat sehingga pengawasan menjadi penting agar tidak membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Karena pemberantasan obat tradisional ilegal dan mengandung bahan berbahaya tidak hanya tugas pemerintah namun juga bersama-sama,” ujarnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan