Setahun Lebih Memimpin Melawi: Dadi-Malin Mulai Tunjukkan Hasil Pembangunan
Melawi (Suara Kalbar) – Kepemimpinan Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa bersama Wakil Bupati Malin, sejak dilantik untuk periode 2025–2030 mulai diwarnai sejumlah agenda pembangunan dan peningkatan fasilitas pelayanan publik.
Memasuki November 2026, berbagai pembangunan infrastruktur, fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan hingga penguatan ekonomi masyarakat menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan Kabupaten Melawi.
Salah satu pembangunan yang mendapat perhatian masyarakat adalah peresmian Jembatan Sungai Pinoh II yang menghubungkan Kecamatan Tanah Pinoh dengan Tanah Pinoh Barat pada 11 Februari 2025.
Jembatan dengan bentang 92 meter dan lebar 6 meter tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan konektivitas antarkecamatan. Kehadirannya diharapkan memperlancar mobilitas warga, distribusi barang, serta akses terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Dadi juga meresmikan sejumlah fasilitas publik di Kecamatan Tanah Pinoh, di antaranya Terminal Kotabaru, Kantor Kecamatan Tanah Pinoh, kantor desa dan gedung PAUD Desa Tanjung Beringin Raya.
Tidak berhenti di situ, pada 16 Juni 2025, Dadi bersama Wakil Bupati Malin kembali meresmikan Jembatan Sungai Keberak 2 di Desa Langan, Kecamatan Belimbing.
Jembatan rangka baja sepanjang 40 meter dengan lebar 4,5 meter tersebut dibangun menggunakan APBD Kabupaten Melawi Tahun Anggaran 2024 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu upaya membuka aksesibilitas masyarakat desa sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga di wilayah Belimbing dan sekitarnya.
Di sektor pendidikan, salah satu fasilitas yang telah diresmikan adalah Gedung Graha PGRI Kabupaten Melawi pada 22 Mei 2025.
Pembangunan gedung tersebut merupakan hasil dukungan berbagai pihak, termasuk swadaya guru dan hibah Pemerintah Kabupaten Melawi sebesar Rp600 juta.
Sementara itu, pada sektor kesehatan, Pemkab Melawi memasukkan sejumlah pembangunan fasilitas RSUD dalam proyek strategis Tahun Anggaran 2026.
Tiga di antaranya adalah pembangunan Gedung Chatlab, Gedung Cytotoxic dan Gedung CT Scan dengan total alokasi anggaran sekitar Rp4,33 miliar.
Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan medis yang lebih memadai.
Memasuki tahun 2026, Pemkab Melawi juga menyiapkan 10 proyek strategis daerah dengan total alokasi anggaran sekitar Rp41,18 miliar.
Proyek tersebut mencakup renovasi Kantor Bupati, renovasi Kantor DPRD, pembangunan Rumah Jabatan Wakil Bupati, rehabilitasi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, peningkatan Jalan Suka Maju–Ulak Muid, pembangunan fasilitas RSUD, Jembatan Gantung Sungai Tekelak serta pembangunan gedung SDN 14 Batu Nanta.
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan, Pemkab Melawi bersama Kejaksaan Negeri Sintang telah menandatangani pakta integritas terkait pengawalan dan pengamanan pembangunan strategis daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran pembangunan.
Namun demikian, seluruh proyek tersebut masih perlu dipantau berdasarkan progres fisik, realisasi keuangan dan penyelesaian pekerjaan. Sebab, masuknya sebuah proyek dalam daftar strategis belum otomatis berarti pembangunannya telah selesai.
Pemeliharaan jalan pedalaman juga menjadi perhatian
Persoalan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah pedalaman masih menjadi pekerjaan penting bagi pemerintahan Dadi–Malin.
Melalui UPJJ Wilayah 4 yang mencakup Kecamatan Sayan, Sokan, Tanah Pinoh dan Tanah Pinoh Barat, pemerintah daerah melaksanakan sejumlah pekerjaan rehabilitasi jalan dan jembatan.
Berdasarkan informasi perkembangan pekerjaan per 26 Oktober 2026, progres program tersebut dilaporkan mencapai sekitar 70 persen, dengan dukungan anggaran APBD murni sekitar Rp2,8 miliar serta tambahan APBD Perubahan sekitar Rp1,5 miliar.
Program ini diharapkan dapat memperbaiki konektivitas antardesa dan mendukung aktivitas masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
Meski sejumlah pembangunan telah dilaksanakan dan berbagai program baru mulai berjalan, pemerataan pembangunan di 11 kecamatan tetap menjadi tantangan yang harus dijawab pemerintah daerah.
Masyarakat tentu berharap pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan Nanga Pinoh, tetapi juga menyentuh wilayah pedalaman yang masih membutuhkan perhatian serius, terutama akses jalan, jembatan, pendidikan dan kesehatan.
Kepemimpinan Dadi–Malin masih memiliki perjalanan hingga 2030 untuk menerjemahkan visi pembangunan daerah menjadi hasil nyata yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Dengan demikian, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya proyek yang diumumkan atau besarnya anggaran yang dialokasikan.
Lebih dari itu, ukuran keberhasilan sesungguhnya terletak pada kualitas hasil pembangunan, pemerataan manfaat dan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Kini, publik menantikan konsistensi pemerintahan Dadi–Malin untuk melanjutkan pembangunan, memperkuat pelayanan publik dan memastikan masyarakat di seluruh pelosok Melawi memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati kemajuan daerah.
Penulis: Dea Kusumah Wardhana
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






