Evaluasi Karhutla, BPBD Pontianak Libatkan BMKG hingga TNI-Polri Perkuat Mitigasi
Pontianak (Suara Kalbar) – Meski telah memasuki musim penghujan setelah melewati kemarau berkepanjangan yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak tetap memperkuat langkah mitigasi sebagai persiapan menghadapi potensi bencana ke depan.
Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dan evaluasi bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya karhutla maupun kekeringan, terutama di wilayah yang dinilai rentan.
Kepala BPBD Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat mitigasi dengan melibatkan berbagai instansi dan unsur terkait. Pertemuan tersebut bertujuan menghimpun masukan sekaligus menyusun langkah penanganan secara bersama.
“Hari ini saya mimpin rapat berkaitan dengan mitigasi bencana karhutla dan kekeringan yang ada di kota Pontianak dengan meminta pendapat hampir di semua stakeholder, bmkg, Bappeda, tni Polri, kecamatan, kelurahan yang wilayahnya rentan terhadap bencana karhutla dan kekeringan,” ujarnya, usai kegiatan, Rabu (04/11/2026).
Berdasarkan data yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan relatif aman dari potensi karhutla dan kekeringan karena curah hujan yang cukup tinggi.
“Data yang disampaikan bmkg, beberapa waktu kedepan kita relatif aman berkaitan dengan karhutla dan kekeringan karena curah hujan yang cukup tinggi, mudah mudahan masyarakat kota Pontianak bisa menikmati kembali indahnya kota ini,” kata Yamin.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat BPBD mengendurkan kesiapsiagaan. Menurut Yamin, pengalaman menghadapi bencana sebelumnya menjadi bahan evaluasi agar upaya mitigasi dapat dilakukan lebih awal melalui kerja sama lintas sektor.
“Ini juga jadi evaluasi kedepan, bencana itu harus kita mitigasi dari awal, kita bekerja bersama sama, kita atur pembiayaannya sehingga kita bisa menangani secara bersama sama sehingga bencana yang terjadi bisa kita tangani secara baik dan benar,” ungkapnya.
Selain koordinasi dan perencanaan, BPBD Kota Pontianak juga menyiapkan penguatan sarana dan prasarana untuk mendukung penanganan bencana. Tambahan pembiayaan yang diperoleh akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan peralatan operasional.
Yamin menyebut sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian antara lain mobil tangki air, mobil penyelamatan atau rescue, serta peralatan pemadam kebakaran. Dukungan juga direncanakan bagi sukarelawan dan pemadam kebakaran yang selama ini turut membantu penanganan bencana di Kota Pontianak.
“Kita ada mendapat tambahan pembiayaan untuk penanganan bencana ini kedepan saya akan alokasikan untuk sarana prasarana seperti mobil tangki air, mobil rescue, alat pemadam kebakaran dan Insya Allah kita juga akan bantu sukarelawan maupun pemadam kebakaran di kota Pontianak sehingga kita bisa bekerja bersama sama,” jelasnya.
Ia berharap penguatan fasilitas dan kolaborasi seluruh unsur dapat meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, baik karhutla, kekeringan, maupun bencana lainnya.
BPBD Kota Pontianak juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mengabaikan kesiapsiagaan. Hal tersebut sejalan dengan jargon yang disampaikan BPBD untuk memberikan pesan bahwa penanganan bencana dilakukan melalui kehadiran dan kerja bersama seluruh pihak.
“Untuk masyarakat kota Pontianak, apaatar aang siap, api, asap, air tak perlu gentar, ada yang menangani,” tutupnya.
Penulis: Fajar






