Wagub Krisantus Sambut Kunjungan Kerja Menhan di Kalbar
Kubu Raya (Suara Kalbar) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan didampingi Komandan Lanud (Danlanud) Supadio Kubu Raya, menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, dalam rangka kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026).
Penyambutan berlangsung di Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya. Kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI tersebut merupakan bagian dari sejumlah agenda strategis, termasuk penganugerahan tanda kehormatan militer serta pembahasan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat.
Setibanya di Bandara Supadio, Sjafrie Sjamsoeddin bersama rombongan kemudian bertolak menuju Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, menggunakan helikopter Puma milik TNI Angkatan Udara.
Di Pelabuhan Internasional Kijing, rangkaian kegiatan dilanjutkan di atas geladak haluan atau fore deck kapal perang Japan Self-Defense Force (JSDF), JS Kunisaki.
Dalam agenda tersebut, Menteri Pertahanan RI secara resmi menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia, Satyalancana Dharma Samudera, kepada personel JSDF sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi dalam bidang pertahanan dan kemaritiman.
Usai prosesi penganugerahan, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral terbatas bersama pimpinan delegasi JSDF di ruang makan perwira atau wardroom JS Kunisaki.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan diplomasi pertahanan serta kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam sektor kemaritiman.
Selanjutnya, rangkaian kunjungan kerja bergeser ke Ruang VIP Baseops Lanud Supadio, Pontianak. Menteri Pertahanan RI bersama jajaran terkait mengikuti jamuan makan siang yang dirangkaikan dengan sesi brainstorming.
Sesi tersebut membahas pemutakhiran data serta strategi komprehensif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat.
Pembahasan Karhutla menjadi salah satu perhatian penting mengingat kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa waktu terakhir.
Kehadiran Menteri Pertahanan RI di Kalimantan Barat diharapkan dapat memperkuat sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta unsur TNI dalam mendukung kepentingan pertahanan sekaligus menghadapi berbagai tantangan strategis di daerah.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, penanganan Karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih terpadu, berbasis data, serta melibatkan seluruh unsur terkait.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





