SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah PT Peniti Sungai Purun Gelar Ritual Adat Panabe Panyorok Babatak ka Binua Basaru Sumangat

PT Peniti Sungai Purun Gelar Ritual Adat Panabe Panyorok Babatak ka Binua Basaru Sumangat

Prosesi ritual adat Panabe Panyorok Babatak ka Binua Basaru Sumangat di Enggang Mill, PT Peniti Sungai Purun (PT PSP) di Mempawah, Sabtu (10/10/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Istimewa]

Mempawah (Suara Kalbar) – Di tengah aktivitas industri pengolahan kelapa sawit yang terus bergerak, nilai-nilai adat dan kearifan lokal tetap menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Hal inilah yang tercermin dalam pelaksanaan ritual adat Panabe Panyorok Babatak ka Binua Basaru Sumangat di Enggang Mill, PT Peniti Sungai Purun (PT PSP) di Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai ini menjadi momentum bagi perusahaan, masyarakat adat, serta para pemangku kepentingan untuk bersama-sama memanjatkan doa, memohon perlindungan dan keselamatan, sekaligus memperkuat hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat di sekitarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ritual adat yang dipimpin langsung oleh Panyangahatn, Herkulanus Asip. Suasana khidmat menyertai prosesi yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat adat setempat tersebut.

Ritual ini tidak hanya merefleksikan penghormatan terhadap warisan leluhur, tetapi juga menjadi wujud harapan agar seluruh aktivitas perusahaan senantiasa berjalan dengan aman, lancar, dan membawa kebaikan bagi semua pihak.

Bagi Enggang Mill, kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjalankan tradisi tahunan. Di balik aktivitas operasional pabrik dan penggunaan berbagai mesin industri, terdapat harapan besar agar seluruh karyawan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan tugasnya.

Menyatukan Harapan untuk Pertumbuhan Perusahaan

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Enggang Mill, Samaris, menyampaikan harapannya agar pelaksanaan ritual adat ini membawa kebaikan bagi keberlangsungan perusahaan ke depan.

Ia berharap PT Peniti Sungai Purun dan Enggang Mill dapat terus berkembang menjadi lebih baik, sejalan dengan berbagai rencana dan target yang telah dicanangkan oleh manajemen.

Selain pertumbuhan perusahaan, kesehatan dan keselamatan karyawan juga menjadi harapan utama. Menurutnya, pencapaian target perusahaan tidak terlepas dari dukungan sumber daya manusia yang sehat, aman, dan mampu menjalankan pekerjaan dengan baik.

Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan perusahaan tidak hanya diukur melalui pencapaian operasional, tetapi juga melalui perhatian terhadap kesejahteraan karyawan dan terciptanya lingkungan kerja yang kondusif.

Tumbuh Bersama Masyarakat Adat

Semangat kebersamaan juga disampaikan oleh Group Manager Area 1A, Monang Hutapea. Ia berharap agar keberadaan perusahaan dapat terus memberikan kontribusi positif sekaligus tumbuh berdampingan dengan masyarakat adat di sekitar wilayah operasional.

Menurutnya, hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat perlu dijaga melalui komunikasi yang terbuka, keterbukaan informasi, serta kerja sama yang berkelanjutan dalam berbagai kegiatan yang melibatkan kedua belah pihak.

Hubungan tersebut menjadi salah satu fondasi penting bagi terciptanya lingkungan operasional yang aman dan nyaman.

Perusahaan dan masyarakat merupakan bagian dari lingkungan sosial yang saling berinteraksi, sehingga membangun kepercayaan dan menjaga komunikasi menjadi langkah penting dalam menciptakan keberlanjutan bersama.

Melalui kegiatan adat seperti ini, ruang kebersamaan antara perusahaan, tokoh adat, dan masyarakat dapat terus terpelihara.

Tidak hanya bertemu dalam kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat semangat untuk saling menghargai, memahami, dan mendukung satu sama lain.

Menjaga Warisan Leluhur dan Menguatkan Doa Keselamatan

Apresiasi terhadap pelaksanaan ritual adat ini turut disampaikan oleh Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mempawah, Daniel.

Ia menilai kegiatan ritual adat yang dilaksanakan di Enggang Mill PT Peniti Sungai Purun merupakan langkah positif yang perlu terus dipertahankan.

Selain menjadi upaya menjaga warisan budaya leluhur, kegiatan ini juga memiliki makna penting dalam kehidupan perusahaan yang melibatkan banyak karyawan dan aktivitas operasional dengan penggunaan mesin-mesin.

Dalam pandangannya, keselamatan para pekerja merupakan hal yang sangat penting untuk senantiasa diperhatikan.

Pelaksanaan ritual adat menjadi salah satu bentuk ikhtiar secara adat dan spiritual untuk memohon keselamatan serta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bagi seluruh karyawan dan aktivitas perusahaan.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat setempat sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat adat.

Pelestarian budaya, dalam konteks ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat adat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghargai nilai-nilai lokal yang hidup dan berkembang di sekitar wilayah operasionalnya.

Komitmen Tahunan untuk Keselamatan dan Keharmonisan

Humas PT Peniti Sungai Purun, Subianto, menjelaskan bahwa ritual adat Panabe Panyorok Babatak ka Binua Basaru Sumangat merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan perusahaan setiap tahun.

Kegiatan ini bertujuan untuk memohon perlindungan kepada Tuhan, pemilik dan penguasa langit serta bumi, agar seluruh karyawan senantiasa memperoleh keselamatan dan perlindungan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Melalui kegiatan ritual adat ini, kita berharap seluruh karyawan senantiasa diberikan perlindungan dan keselamatan oleh Yang Maha Kuasa, sehingga setiap aktivitas pekerjaan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Subianto menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk kerja sama antara perusahaan dengan lingkungan dan masyarakat sekitar, khususnya dalam mendukung pelestarian budaya adat setempat.

Ia berharap melalui pelaksanaan ritual adat secara berkelanjutan, hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat dapat terus terpelihara.

Dengan komunikasi, kebersamaan, dan saling menghormati, suasana kerja di lingkungan perusahaan diharapkan semakin aman dan nyaman, serta hubungan sosial dengan masyarakat sekitar semakin harmonis.

Bagi PT Peniti Sungai Purun, keberadaan perusahaan di tengah masyarakat tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosial dan budaya yang melingkupinya. Oleh karena itu, menghargai tradisi lokal menjadi salah satu cara untuk membangun hubungan yang berlandaskan kebersamaan dan saling pengertian.

Kebersamaan yang Berlanjut di Luar Ritual

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Koperasi Binua Mitra Sejahtera, Rusdianto, beserta jajaran pengurus koperasi; Estate Manager PT PSP-KPU; CSR Coordinator Region 1; staf dan karyawan PT Peniti Sungai Purun; Plt Dewan Adat Dayak Kecamatan Anjongan dan DAD Kecamatan Sungai Pinyuh; Timanggong Dema; Timanggong Pak Buluh; Timanggong Segedong; Timanggong Sungai Pinyuh; serta para tokoh masyarakat yang berada di sekitar areal kebun dan pabrik PT PSP.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya keterlibatan bersama dalam menjaga hubungan sosial yang baik antara perusahaan, masyarakat adat, dan para pemangku kepentingan di wilayah operasional.

Setelah prosesi ritual adat selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke fasilitas pabrik Enggang Mill.

Para peserta berkesempatan melihat secara langsung fasilitas dan lingkungan operasional pabrik, sebelum kegiatan ditutup dengan makan siang bersama dalam suasana kekeluargaan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai aktivitas perusahaan. Sementara itu, makan siang bersama menghadirkan ruang interaksi yang lebih akrab, memperkuat komunikasi, dan mempererat hubungan di antara seluruh peserta yang hadir.

Merawat Tradisi, Membangun Masa Depan

Pelaksanaan ritual adat Panabe Panyorok Babatak ka Binua Basaru Sumangat di Enggang Mill PT Peniti Sungai Purun menjadi pengingat bahwa kemajuan industri dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan penghormatan terhadap masyarakat adat.

Di tengah tuntutan operasional dan pencapaian target perusahaan, nilai-nilai kebersamaan, doa keselamatan, serta penghormatan terhadap kearifan lokal tetap memiliki tempat yang penting.

Melalui kegiatan tahunan ini, PT Peniti Sungai Purun berharap dapat terus menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar, mendukung pelestarian tradisi adat, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh karyawan.

Sebab, pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan bukan hanya tentang seberapa jauh operasional berkembang, melainkan juga tentang bagaimana perusahaan mampu tumbuh bersama masyarakat, menghargai budaya setempat, dan membangun masa depan yang lebih baik melalui kebersamaan.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play