SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Pakai Kacamata Malah Bikin Pusing? Ini 5 Penyebab yang Perlu Diketahui

Pakai Kacamata Malah Bikin Pusing? Ini 5 Penyebab yang Perlu Diketahui

Selain proses adaptasi, rasa tidak nyaman juga dapat disebabkan oleh bingkai yang kurang pas atau resep lensa yang tidak sesuai dengan kebutuhan penglihatan. (Freepik.com/Magnific/@stockking)

Suara Kalbar – Kacamata pada dasarnya digunakan untuk membantu mata melihat lebih jelas. Namun, tidak semua orang langsung merasa nyaman ketika menggunakannya. Pada kondisi tertentu, pemakaian kacamata justru bisa memunculkan keluhan seperti pusing, sakit kepala, mata terasa lelah hingga pandangan menjadi kabur.

Kondisi tersebut cukup sering dialami, khususnya oleh orang yang baru menggunakan kacamata atau baru mengganti resep lensa. Mata membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kekuatan lensa.

Selain faktor adaptasi, ketidaknyamanan juga dapat muncul akibat bentuk bingkai yang kurang sesuai maupun ukuran resep lensa yang tidak tepat. Lantas, apa saja yang bisa menyebabkan penggunaan kacamata memicu pusing atau sakit kepala?

1. Mata Masih Beradaptasi dengan Lensa Baru

Perubahan resep lensa, terutama jika perbedaannya cukup besar, membuat mata harus menyesuaikan kembali dengan kekuatan lensa yang digunakan.

Pada masa penyesuaian tersebut, mata dapat bekerja lebih keras sehingga muncul rasa tegang yang kemudian memicu sakit kepala. Mengutip Medical News Today, proses adaptasi terhadap kacamata baru dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Selain sakit kepala, masa penyesuaian juga dapat disertai mata lelah, penglihatan kabur atau munculnya distorsi pada gambar yang dilihat.

2. Menggunakan Lensa Bifokal, Trifokal, atau Progresif

Jenis lensa tertentu memiliki beberapa bagian dengan kekuatan yang berbeda. Lensa bifokal, trifokal dan progresif, misalnya, dirancang untuk membantu penglihatan pada jarak yang berbeda.

Bagi pengguna yang baru pertama kali memakai jenis lensa tersebut, mata membutuhkan waktu untuk terbiasa melihat melalui bagian lensa yang sesuai.

Proses adaptasi ini pada sebagian orang dapat menimbulkan keluhan berupa pusing, sakit kepala bahkan rasa mual.

3. Bingkai Terlalu Ketat atau Justru Longgar

Masalah tidak selalu berasal dari lensa. Bingkai yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman ketika kacamata digunakan.

Bingkai yang terlalu ketat bisa memberikan tekanan pada hidung, pelipis maupun bagian belakang telinga. Sebaliknya, bingkai yang terlalu longgar dapat membuat posisi kacamata mudah berubah atau melorot.

Jarak antara mata dan lensa juga perlu diperhatikan. Jika posisi kacamata terlalu dekat atau terlalu jauh dari mata, pengguna dapat merasa tidak nyaman saat melihat.

Apabila bingkai terasa menekan atau meninggalkan bekas pada hidung, penyesuaian posisi bingkai dapat dilakukan agar penggunaannya lebih nyaman.

4. Resep Lensa Tidak Tepat

Kesalahan pada kekuatan lensa juga bisa menjadi pemicu sakit kepala. Lensa yang terlalu kuat maupun terlalu lemah dapat membuat mata bekerja lebih keras untuk mendapatkan penglihatan yang jelas.

Selain ukuran kekuatan lensa, pengukuran jarak antarpupil atau interpupillary distance (IPD) juga harus dilakukan dengan tepat. Pengukuran IPD yang tidak sesuai dapat menyebabkan mata mengalami ketegangan.

Gangguan refraksi yang belum terkoreksi dengan baik juga dapat menyebabkan sakit kepala, termasuk rasa nyeri yang muncul di sekitar mata atau bagian depan kepala.

5. Kacamata Tidak Sesuai dengan Kebutuhan Aktivitas

Kacamata yang digunakan untuk satu kebutuhan belum tentu ideal untuk aktivitas lainnya.

Sebagai contoh, kacamata yang dirancang untuk melihat jarak jauh atau membaca belum tentu memberikan kenyamanan optimal ketika digunakan bekerja dalam waktu lama di depan komputer.

Penggunaan kacamata yang tidak sesuai dengan kebutuhan penglihatan pada aktivitas tertentu dapat membuat mata lebih cepat lelah dan memicu rasa tidak nyaman hingga sakit kepala.

Cara Mengurangi Pusing setelah Menggunakan Kacamata

Pusing yang muncul setelah menggunakan kacamata dengan resep baru bisa saja merupakan bagian dari proses adaptasi mata.

Mengutip Healthline, pengguna sebaiknya tidak terlalu sering berganti-ganti antara kacamata lama dan kacamata baru karena kebiasaan tersebut dapat membuat proses penyesuaian berlangsung lebih lama.

Jika mata mulai terasa tidak nyaman, kacamata dapat dilepas sementara dan mata diistirahatkan sekitar 15 menit. Kompres dingin juga dapat digunakan untuk membantu memberikan rasa nyaman pada mata.

Bagi mereka yang banyak menghabiskan waktu di depan komputer, penggunaan lensa dengan lapisan antireflektif dapat membantu mengurangi pantulan atau silau dari layar.

Sementara itu, apabila sumber ketidaknyamanan berasal dari bingkai yang terlalu ketat atau tidak pas, pengguna dapat meminta penyesuaian kembali agar posisi kacamata lebih sesuai.

Kapan Harus Memeriksakan Mata?

Pusing, sakit kepala atau mual setelah menggunakan kacamata baru dapat terjadi karena mata masih beradaptasi. Namun, keluhan yang terus bertahan sebaiknya tidak diabaikan.

Apabila sakit kepala, pusing atau mual masih dirasakan setelah sekitar satu minggu menggunakan kacamata baru, pemeriksaan ke dokter disarankan untuk dilakukan.

Pemeriksaan juga penting apabila keluhan selalu muncul atau semakin sering terjadi setiap kali kacamata digunakan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa resep lensa perlu diperiksa kembali atau posisi dan bentuk bingkai perlu disesuaikan.

Jika keluhan berlanjut, pemeriksaan mata dapat membantu mengetahui penyebabnya sekaligus menentukan penyesuaian yang diperlukan agar kacamata dapat digunakan dengan lebih nyaman.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play