SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Nurul Imam Raih Wisudawan Terbaik II dengan IPK 3,93 Cumlaude di STAI Mempawah

Nurul Imam Raih Wisudawan Terbaik II dengan IPK 3,93 Cumlaude di STAI Mempawah

Nurul Imam, aktivis muda meraih predikat Wisudawan Terbaik II dengan IPK 3,93 (Cumlaude) pada Sidang Senat Wisuda IX STAI Mempawah, Kamis (29/10/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Ist]

Mempawah (Suara Kalbar) – Nurul Imam, salah satu aktivis muda yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan kepemudaan, berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik II dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 berpredikat Dengan Pujian (Cumlaude) pada Sidang Senat Wisuda IX Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mempawah, Kamis (29/10/2026).

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas organisasi dan perjuangan akademik bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan.

Di tengah kesibukannya dalam berbagai kegiatan sosial, organisasi, dan kepemudaan, Nurul Imam mampu membuktikan bahwa seorang aktivis juga dapat mengukir prestasi di bidang akademik.

Bagi Nurul Imam, menjadi seorang aktivis tidak cukup hanya dikenal karena keberanian menyampaikan kritik, menyuarakan aspirasi, maupun memperjuangkan kepentingan masyarakat. Lebih dari itu, seorang aktivis juga harus mampu menunjukkan kualitas diri melalui karya, kompetensi, dan prestasi nyata.

“Menjadi seorang aktivis bukan hanya tentang bagaimana kita memiliki jiwa kritis, berani menyampaikan pendapat, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Namun, seorang aktivis juga harus mampu membuktikan bahwa dirinya memiliki kapasitas dan prestasi. Jangan sampai kita hanya dikenal karena kritikan, tetapi tidak mampu menunjukkan kontribusi dan pencapaian,” ungkap Nurul Imam.

Tidak hanya berprestasi di lingkungan akademik, Nurul Imam juga memiliki rekam jejak dalam berbagai kompetisi dan kegiatan kepemudaan yang membawa nama Kabupaten Mempawah.

Salah satunya melalui ajang Pemuda Pelopor tingkat Provinsi Kalimantan Barat, di mana dirinya berhasil keluar sebagai juara dan turut mengharumkan nama daerah.

Selain itu, berbagai kompetensi dan kegiatan lainnya juga pernah diikuti Nurul Imam dengan membawa identitas Kabupaten Mempawah.

Hal tersebut menjadi bagian dari komitmennya untuk terus mengembangkan kapasitas diri sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda daerah memiliki potensi untuk bersaing dan berprestasi di berbagai bidang.

Keberhasilan meraih predikat Wisudawan Terbaik II dengan IPK 3,93 Cumlaude tentu bukan sekadar pencapaian akademik. Prestasi ini sekaligus menjadi pesan bahwa kesibukan dalam organisasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan pendidikan.

Sebaliknya, organisasi dapat menjadi ruang pembelajaran untuk membangun karakter, kepemimpinan, keberanian, dan tanggung jawab.

Nurul Imam berharap capaian yang diraihnya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya para mahasiswa dan aktivis di Kabupaten Mempawah, agar tidak membatasi diri hanya pada satu bidang pengabdian.

“Jangan pernah merasa bahwa menjadi aktivis akan menghambat kita untuk berprestasi. Justru jadikan setiap ruang organisasi sebagai tempat belajar dan bertumbuh. Kita harus mampu menyeimbangkan gerakan, pemikiran, dan prestasi. Sebab, daerah ini membutuhkan generasi muda yang bukan hanya kritis, tetapi juga memiliki kapasitas dan mampu memberikan kontribusi nyata,” pesannya.

Prestasi Nurul Imam menjadi gambaran bahwa anak muda daerah mampu hadir dengan berbagai kapasitas, baik sebagai penggerak organisasi, penggerak sosial, maupun insan akademis.

Sebuah pencapaian yang diharapkan tidak berhenti pada seremoni wisuda, melainkan menjadi awal dari pengabdian dan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat serta Kabupaten Mempawah.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play