Mobil Listrik Lebih Senyap, tapi Bisa Picu Mabuk Perjalanan? Ini Penjelasannya
Suara Kalbar – Mobil listrik atau electric vehicle (EV) dikenal menawarkan pengalaman berkendara yang lebih senyap dan minim getaran dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal.
Namun, karakteristik tersebut ternyata tidak selalu dirasakan nyaman oleh semua penumpang. Sejumlah pengguna justru melaporkan mengalami gejala mabuk perjalanan ketika berada di dalam mobil listrik.
Fenomena tersebut menjadi perhatian karena sistem penggerak mobil listrik memiliki karakter berbeda dari kendaraan konvensional. Salah satunya adalah respons tenaga yang lebih cepat serta minimnya suara dan getaran dari mesin.
Laporan media internasional menyoroti pengalaman sejumlah penumpang yang mengalami mual ketika bepergian menggunakan EV. Salah satunya Lola Baird, warga London Utara, yang bahkan meminta pasangannya menggunakan kendaraan lain karena dirinya kerap mengalami mabuk perjalanan saat berada di dalam mobil listrik.
Meski penelitian mengenai hubungan antara kendaraan listrik dan mabuk perjalanan masih terus berkembang, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan ketidaksesuaian informasi yang diterima berbagai sistem sensorik tubuh.
Otak Menerima Sinyal yang Berbeda
Dokter spesialis saraf Dr Nicholas Hac, dikutip Autoblog, Selasa (6/10/2026), menjelaskan bahwa tubuh manusia menggunakan sejumlah sistem untuk mengenali gerakan dan perubahan posisi.
Tiga sumber utama yang berperan adalah penglihatan, sistem vestibular atau keseimbangan pada telinga bagian dalam, serta proprioception, yakni kemampuan tubuh mengenali posisi dan gerakannya sendiri.
Pada kendaraan konvensional, suara mesin dan getaran yang muncul ketika mobil berakselerasi maupun melambat dapat menjadi bagian dari informasi yang diterima otak untuk memperkirakan gerakan kendaraan.
Pada mobil listrik, suara dan getaran tersebut jauh lebih minim. Akibatnya, informasi yang diterima otak melalui satu sistem sensorik dapat berbeda dengan informasi dari sistem lainnya.
Ketidaksesuaian sinyal inilah yang diduga berkontribusi terhadap munculnya gejala seperti mual dan rasa tidak nyaman selama perjalanan.
Torsi Instan Jadi Salah Satu Faktor
Karakter tenaga mobil listrik juga dapat memengaruhi pengalaman penumpang. Motor listrik mampu menghasilkan torsi secara cepat sehingga kendaraan dapat berakselerasi dalam waktu singkat.
Bagi pengemudi, respons tersebut dapat memberikan sensasi berkendara yang cepat dan responsif. Namun, bagi penumpang, perubahan kecepatan yang berlangsung secara mendadak dapat membuat tubuh belum sempat mengantisipasinya.
Kondisi tersebut berpotensi memperbesar perbedaan antara apa yang diprediksi tubuh dengan gerakan kendaraan yang sebenarnya terjadi.
Pengereman Regeneratif Bisa Menambah Sensasi
Selain akselerasi, sistem pengereman regeneratif atau regenerative braking juga menjadi salah satu karakteristik kendaraan listrik yang dapat memengaruhi kenyamanan penumpang.
Sistem tersebut memungkinkan kendaraan memperlambat laju ketika pedal akselerator dilepas. Energi kinetik yang dihasilkan dari proses perlambatan kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik dan mengisi baterai.
Jika perlambatan berlangsung cukup kuat, penumpang dapat merasakan perubahan gerakan kendaraan secara lebih jelas.
Ketika akselerasi yang cepat dipadukan dengan perlambatan regeneratif yang terasa mendadak, tubuh dapat mengalami gerakan maju-mundur yang berulang. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan munculnya rasa mual.
Cara Mengurangi Risiko Mabuk di Dalam EV
Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan penumpang untuk mengurangi kemungkinan mengalami mabuk perjalanan ketika menggunakan mobil listrik.
Penumpang disarankan memilih kursi depan dan mengarahkan pandangan ke arah luar kendaraan. Membaca atau terlalu lama melihat layar ponsel selama kendaraan bergerak sebaiknya dihindari.
Sirkulasi udara di dalam kabin juga perlu diperhatikan. Udara yang lebih segar dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman bagi sebagian penumpang.
Dari sisi pengemudi, gaya berkendara yang halus juga dapat membantu. Akselerasi dan pengereman sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk mengurangi perubahan gerakan yang terlalu mendadak.
Fenomena tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi industri otomotif. Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, produsen dituntut tidak hanya memperhatikan efisiensi energi dan performa kendaraan, tetapi juga kenyamanan penumpang.
Pengembangan sistem suspensi, pengaturan penyaluran tenaga, serta karakter pengereman dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan berkendara pada mobil listrik generasi berikutnya.
Sumber: Beritasatu.com






