SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Karhutla di Kalbar: 1.259 Hektare Berhasil Dipadamkan, Ketapang Jadi Perhatian

Karhutla di Kalbar: 1.259 Hektare Berhasil Dipadamkan, Ketapang Jadi Perhatian

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanggulangan Karhutla bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia di Data Analytic Room, Jumat (23/10/2026).SUARAKALBAR.CO.ID/HO-Adpim

Pontianak (Suara Kalbar)  – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 22 Oktober 2026, sekitar 1.259,1 hektare dari total perkiraan 1.320 hektare lahan terbakar pada periode September hingga Oktober telah berhasil dipadamkan.

Perkembangan penanganan karhutla tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanggulangan Karhutla bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia di Data Analytic Room, Jumat (23/10/2026).

Dalam rapat tersebut, Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kehutanan beserta jajaran pemerintah pusat atas dukungan dan bantuan yang diberikan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan kebakaran, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Berdasarkan data yang dipaparkan, pada 22 Oktober 2026 tercatat 39 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Ketapang, khususnya Kecamatan Kendawangan dan Pelang, serta Kabupaten Sintang dan Melawi.

“Dapat kami laporkan, Bapak Menteri, perkiraan total luas lahan yang terbakar selama periode September hingga Oktober 2026 mencapai 1.320 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1.259,1 hektare telah berhasil dipadamkan, sehingga masih terdapat sekitar 60,9 hektare yang memerlukan penanganan lebih lanjut,” ujar Ria Norsan.

Ia menjelaskan, upaya pemadaman dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara. Berdasarkan data penanganan, Satgas Darat telah menangani area seluas 1.112 hektare, sedangkan Satgas Udara menangani sekitar 147,5 hektare.

Gubernur menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah, aparat, petugas di lapangan, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas.

“Penanganan karhutla ini tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Forkopimda, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta seluruh pemangku kepentingan terkait,” ungkapnya.

Dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena masih ditemukan konsentrasi titik panas di sejumlah kecamatan.

Meski jumlah titik panas menunjukkan tren penurunan dan kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir mulai membaik, pemerintah tetap melanjutkan pemantauan serta upaya pemadaman. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di wilayah yang masih berpotensi mengalami kebakaran.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh unsur terkait agar penanganan karhutla berjalan efektif.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap risiko kebakaran dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan kelestarian lingkungan dapat diminimalkan.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play