LSKM Kayong Utara Siapkan Bantuan 26.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Kayong Utara (Suara Kalbar) – Laskar Satuan Keluarga Madura (LSKM) Kabupaten Kayong Utara menyiapkan langkah penanganan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kayong Utara. Sebanyak tiga kecamatan dilaporkan membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Pengurus LSKM Kabupaten Kayong Utara, Khoirul Umam, mengatakan pasokan air warga mulai menyusut akibat musim kemarau. Kondisi tersebut mendorong LSKM melakukan pendataan dan pengecekan langsung terhadap sumber-sumber air di wilayah terdampak.
“LSKM tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga mengecek langsung sejumlah sumber air untuk menentukan bentuk penanganan selanjutnya. Kami memeriksa sumur warga, sumber mata air, serta mendokumentasikan kondisi di lapangan,” ujar Khoirul Umam, Jumat (24/10/2025).
Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, LSKM merekomendasikan penyaluran bantuan air bersih sebanyak 26.000 liter. Bantuan ini diprioritaskan bagi pondok pesantren, masjid, serta masyarakat yang terdampak kekeringan.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, Khoirul Umam bersama jajaran pengurus LSKM juga merencanakan penempatan tandon air di sejumlah titik strategis. Lokasi yang menjadi sasaran penempatan tandon meliputi halaman pondok pesantren, masjid, dan kawasan permukiman warga.
Penempatan tandon tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses air bersih serta mempercepat proses penyaluran bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.
Khoirul menegaskan, hasil pendataan dan koordinasi dengan masyarakat akan menjadi dasar bagi LSKM dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya. Pengecekan kondisi sumber air juga menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan warga.
Melalui langkah tersebut, LSKM Kabupaten Kayong Utara berharap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih selama musim kemarau, dapat terpenuhi sehingga dampak kekeringan terhadap aktivitas sehari-hari warga bisa diminimalkan.
Penulis: Haryadi
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






