Udara Mempawah Berbahaya, Bupati Erlina Minta Warga Hindari Aktivitas Pagi
Mempawah (Suara Kalbar) – Pemerintah Kabupaten Mempawah terus memonitoring perkembangan kualitas udara di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 di udara Mempawah saat ini berada dalam kategori berbahaya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta lebih waspada, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
Bupati Mempawah Erlina mengatakan, kondisi kualitas udara tidak selalu berada pada tingkat yang sama sepanjang hari. Konsentrasi polutan mengalami fluktuasi dan cenderung meningkat pada pagi hingga menjelang siang.
“Dari evaluasi data yang dilaporkan Satgas hasil pemantauan selama seminggu terakhir, pola konsentrasi polusi mulai meningkat di pagi hari. Puncaknya atau kepekatan tertinggi terjadi pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB,” ungkap Erlina di Posko Terpadu Karhutla BPBD Mempawah, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, tingkat kepekatan kabut asap juga dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Daerah yang berada pada jalur tiupan angin maupun yang lokasinya lebih jauh dari titik api dapat memiliki tingkat polusi lebih rendah.
Sebaliknya, wilayah yang terdampak langsung pergerakan asap berpotensi mengalami kondisi udara yang lebih buruk.
Erlina meminta masyarakat ikut memantau kondisi udara secara mandiri. Salah satunya dengan memperhatikan jarak pandang secara kasat mata serta memanfaatkan informasi kualitas udara melalui website maupun aplikasi resmi BMKG sesuai wilayah tempat tinggal.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diminta lebih cermat menentukan waktu untuk beraktivitas di luar rumah.
“Dari data ini kita pandai-pandai memilih waktu untuk beraktivitas di luar, yakni di sore hingga malam hari dan tentunya sangat disarankan pakai masker,” kata Erlina.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi selama menghadapi kondisi udara yang buruk.
Selain itu, ventilasi rumah dianjurkan ditutup rapat ketika udara di luar sedang pekat. Bagi masyarakat yang memiliki air purifier, perangkat tersebut dapat digunakan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
Perhatian lebih juga diminta diberikan kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil, lanjut usia, balita dan anak-anak.
Kondisi kesehatan kelompok tersebut perlu dipantau lebih intensif selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Mempawah.
“Mari kita saling menjaga dan melindungi keluarga kita tercinta dengan tetap waspada serta mengutamakan kesehatan di rumah masing-masing,” ajak Erlina.
Lebih lanjut, Erlina menjelaskan bahwa periode puncak konsentrasi polusi pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB bertepatan dengan waktu aktivitas sekolah.
Atas pertimbangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mempawah mengambil kebijakan agar kegiatan pembelajaran untuk sementara dilaksanakan dari rumah.
Kebijakan itu menjadi bagian dari langkah mitigasi pemerintah untuk mengurangi paparan polusi terhadap anak-anak selama kondisi kualitas udara belum kembali aman.
“Pemkab Mempawah memastikan pemantauan kualitas udara dan langkah mitigasi akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan,” pungkas Erlina.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





