PMII Mempawah Fokus pada Gerakan Sosial Hadapi Dampak Karhutla
Mempawah (Suara Kalbar) – Di tengah situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menjadi perhatian publik, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mempawah menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada gerakan sosial dan kemanusiaan.
PC PMII Mempawah menilai bahwa dampak Karhutla tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari terganggunya aktivitas sehari-hari hingga munculnya persoalan kesehatan dan sosial akibat kondisi lingkungan yang terdampak.
Ketua Umum PC PMII Mempawah Hafit menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan kepedulian dan solidaritas bersama.
“PMII Mempawah tidak ingin hanya menjadi penonton di tengah persoalan yang dihadapi masyarakat. Kami ingin hadir dan mengambil bagian secara nyata, terutama dalam membantu masyarakat yang terdampak serta mendorong tumbuhnya kepedulian bersama terhadap persoalan Karhutla,” ujar dia.
Menurut Hafit, gerakan mahasiswa tidak seharusnya berhenti pada kritik maupun wacana. Lebih dari itu, mahasiswa perlu mampu menerjemahkan nilai-nilai perjuangan organisasi melalui aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Bagi kami, gerakan mahasiswa bukan hanya berbicara tentang kritik dan wacana, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir, bergerak, dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, mahasiswa harus mampu mengambil peran sesuai dengan kapasitasnya,” tegasnya.
Dalam menghadapi dampak Karhutla, PC PMII Mempawah berkomitmen untuk terus mendorong berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Langkah tersebut dapat dilakukan melalui aksi sosial, edukasi kepada masyarakat, kampanye kepedulian terhadap lingkungan, serta kegiatan lain yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Hafit selanjutnya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan Karhutla.
Menurutnya, penanganan dampak Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, organisasi kepemudaan, mahasiswa maupun masyarakat secara luas.
“Karhutla merupakan persoalan yang membutuhkan kepedulian bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dan mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing. PMII Mempawah akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dan berkontribusi dalam menghadapi dampak yang ditimbulkan,” ungkapnya.
PC PMII Mempawah menegaskan bahwa gerakan sosial akan tetap menjadi bagian penting dari kontribusi organisasi di tengah masyarakat.
Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya terlihat dalam ruang diskusi, tetapi juga dapat dirasakan melalui kegiatan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“PMII Mempawah hadir, bergerak, dan terus bersama masyarakat menghadapi dampak Karhutla,” pungkas Hafit.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





