Pemprov Kalbar Dukung Pembinaan Generasi Muda di Pesparani
Pontianak (Suara Kalbar) – Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik III Kota Pontianak resmi dibuka oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar), Kamis (17/9/2026).
Pembukaan kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-7 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik (LP3K) Kota Pontianak tersebut berlangsung di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Kalbar.
Pemprov Kalbar diwakili Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Yosafat Triadhi Andjioe Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Provinsi Kalbar, Ny. Donata Dirasig Krisantus Kurniawan,Ketua Umum LP3K Provinsi Kalbar, Ketua Umum LP3K Kota Pontianak, serta perwakilan Pemerintah Kota Pontianak.
Dalam sambutannya, Yosafat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya PESPARANI Katolik III Kota Pontianak. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah pengembangan seni dan kemampuan vokal, tetapi juga memiliki nilai penting dalam memperkuat iman, persaudaraan, dan kebersamaan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalbar, saya menyampaikan selamat atas terselenggaranya PESPARANI Katolik III Kota Pontianak dan selamat ulang tahun ke-7 kepada LP3K Kota Pontianak,” ucapnya.
Ia mengatakan pembangunan manusia menjadi salah satu perhatian penting pemerintah. Pembangunan tersebut, kata Yosafat, tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter dan integritas.
“Pembangunan manusia bukan hanya tentang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk manusia yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki nilai moral dan spiritual yang baik,” katanya.
Menurut Yosafat, PESPARANI menjadi salah satu ruang yang dapat mendukung proses tersebut. Melalui perpaduan seni, musik, paduan suara, dan nilai keagamaan, peserta tidak hanya mengembangkan bakat, tetapi juga belajar mengenai disiplin, kerja sama dan kebersamaan.
“Melalui seni, musik, dan paduan suara, kita tidak hanya mengembangkan bakat, tetapi juga belajar disiplin, kerja sama, kebersamaan, dan penghayatan nilai keagamaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, PESPARANI juga dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk membangun kepercayaan diri sekaligus belajar menghargai orang lain.
“Generasi muda harus diberi ruang untuk tumbuh, berkarya, dan menunjukkan kemampuannya. PESPARANI menjadi ruang yang baik untuk membangun kreativitas sekaligus menanamkan nilai moral dan spiritual,” jelasnya.
Yosafat juga mengingatkan bahwa Kalimantan Barat merupakan daerah yang memiliki keberagaman agama, suku, budaya dan tradisi. Karena itu, kerukunan antarmasyarakat perlu terus dijaga sebagai bagian dari kekuatan dalam membangun daerah.
“Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kekuatan untuk membangun kebersamaan. Kerukunan harus terus kita rawat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Provinsi Kalbar, Donata Dirasig Krisantus Kurniawan, mengatakan PESPARANI juga memiliki makna penting dalam pembinaan karakter di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“PESPARANI menjadi ruang membangun kebersamaan dan menumbuhkan nilai keagamaan dalam keluarga dan masyarakat. Kita ingin semakin banyak anak dan generasi muda terlibat, belajar disiplin, bekerja sama, dan saling menghargai,” tuturnya.
Donata menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak sejak dini. Menurutnya, dukungan terhadap berbagai kegiatan positif dapat membantu menumbuhkan kepercayaan diri, nilai keagamaan, serta rasa persaudaraan di kalangan generasi muda.
“Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Mari dukung kegiatan positif yang memperkuat iman, kepercayaan diri, dan rasa persaudaraan sejak dini,” pungkasnya.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





