SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi OpenAI Pertimbangkan Perlambat Pengembangan AI, Khawatir Risiko Sistem Otonom

OpenAI Pertimbangkan Perlambat Pengembangan AI, Khawatir Risiko Sistem Otonom

Ilustrasi OpenAI (AP Photo/Michael Dwyer)

Suara Kalbar — OpenAI, perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) asal Amerika Serikat (AS) yang menjadi pengembang ChatGPT, disebut tengah mempertimbangkan untuk memperlambat pengembangan model-model AI mutakhir.

Wacana tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh sistem AI yang semakin canggih dan mampu menjalankan berbagai tugas secara lebih otonom.

Menurut laporan Bloomberg pada Jumat (11/9/2026), rencana tersebut disampaikan CEO OpenAI Sam Altman kepada para karyawan dalam sebuah pertemuan internal baru-baru ini.

Namun, OpenAI menolak memberikan komentar mengenai pertemuan internal yang membahas kemungkinan perlambatan pengembangan teknologi AI tersebut.

Sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebut Altman berharap laboratorium AI lainnya juga dapat mengambil langkah serupa. Meski demikian, Altman disebut menyadari bahwa sejumlah perusahaan pesaing kemungkinan menolak mengikuti upaya tersebut.

Informasi tersebut dikutip dari Anadolu pada Sabtu (12/9/2026), yang juga melaporkan adanya kekhawatiran di kalangan industri teknologi terhadap perkembangan sistem AI yang semakin canggih dan otonom.

Pembahasan mengenai perlambatan pengembangan AI mencuat ketika sejumlah karyawan perusahaan teknologi terkemuka mulai menyuarakan kekhawatiran mengenai potensi risiko dari teknologi tersebut.

Kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan kemampuan sistem AI generasi baru yang semakin mandiri dalam menjalankan tugas, mengambil keputusan, serta melakukan berbagai proses tanpa campur tangan manusia secara langsung.

OpenAI sendiri disebut telah memperlambat sebagian jalur pengembangan model AI. Perusahaan juga dilaporkan menghentikan sejumlah proses pelatihan internal tertentu dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.

Wacana perlambatan pengembangan tersebut juga muncul setelah pimpinan OpenAI melakukan konsultasi dengan sejumlah pejabat pemerintah AS.

Pada Juli 2026, Altman mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Gedung Putih mengenai perlunya mempertimbangkan perlambatan kemajuan pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Langkah tersebut menunjukkan adanya perdebatan yang semakin besar di industri AI mengenai keseimbangan antara percepatan inovasi dan keselamatan teknologi.

Di satu sisi, perusahaan AI berlomba mengembangkan model yang semakin kuat dan mampu menangani pekerjaan kompleks. Di sisi lain, kemampuan yang semakin tinggi juga memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana memastikan teknologi tersebut tetap dapat dikendalikan dan digunakan secara aman.

Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari OpenAI mengenai keputusan untuk menghentikan atau memperlambat secara menyeluruh pengembangan model AI generasi berikutnya. Pembahasan tersebut masih disebut berada dalam tahap internal.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play