Ketua DAD Adrianus Apresiasi Gerak Cepat Polres Mempawah Tangani Dampak Karhutla
Mempawah (Suara Kalbar) – Gerak cepat Polres Mempawah dalam merespons dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau panjang mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mempawah, Adrianus.
Menurut Adrianus, langkah Polres Mempawah di bawah komando Kapolres AKBP Ade Chandra Capa Yanto dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat yang terdampak kabut asap dan kekeringan.
Musim kemarau yang berlangsung hampir tiga bulan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat tidak hanya memicu Karhutla, tetapi juga menimbulkan berbagai persoalan bagi masyarakat, mulai dari keterbatasan air bersih hingga meningkatnya risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kondisi tersebut kemudian direspons Polres Mempawah dengan mengerahkan personel ke sejumlah lokasi terdampak.
Selain terlibat dalam upaya pemadaman, jajaran kepolisian juga bergerak membantu masyarakat melalui distribusi air bersih, bantuan sembako, pembagian masker hingga pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis.
Adrianus menilai langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran negara yang benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya mereka yang kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan di tengah kondisi kabut asap.
“Walau baru menjabat beberapa bulan, saya apresiasi dan bangga dengan gerak langkah Polres Mempawah di bawah komando AKBP Ade Chandra Capa Yanto sebagai Kapolres Mempawah,” ujar Adrianus, Minggu (20/9/2026) pagi.
Menurutnya, dalam situasi darurat seperti sekarang, masyarakat membutuhkan tindakan cepat dan kehadiran langsung petugas di lapangan.
“Di saat darurat seperti ini masyarakat memang butuh gerak cepat dan terjun langsung ke lapangan, termasuk untuk memeriksa kesehatan dan memberikan pengobatan. Dalam kondisi seperti ini pasti banyak kendala, salah satunya akses menuju rumah sakit,” katanya.
Adrianus menyebut, tebalnya kabut asap juga dapat menyulitkan masyarakat untuk beraktivitas maupun mengakses fasilitas kesehatan. Karena itu, pelayanan kesehatan yang langsung menyasar permukiman warga menjadi sangat penting.
Ia juga menilai bantuan yang diberikan Polres Mempawah telah menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat terdampak.
“Kebutuhan masyarakat yang terdampak memang yang dibutuhkan saat ini. Artinya tepat sasaran sehingga masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut,” ungkapnya.
Adrianus mengungkapkan masker, pemeriksaan kesehatan, pengobatan dan air bersih merupakan kebutuhan yang sangat mendesak di tengah kondisi Karhutla dan kemarau panjang.
Tak hanya berdampak terhadap kesehatan, menurutnya kabut asap juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
“Saat ini masyarakat itu sudah pasti perlu masker, pengobatan, pemeriksaan kesehatan dan penyediaan air bersih. Apalagi dengan adanya kabut asap ini akan berdampak pada perekonomian. Mau kerja susah, tak kerja tak dapat uang. Tak ada uang, mau makan apa?” tuturnya.
Atas langkah tersebut, Adrianus berharap respons cepat Polres Mempawah dapat menjadi contoh bagi instansi lainnya untuk turut mengambil peran dalam membantu masyarakat menghadapi dampak Karhutla.
“Untuk itu, saya berharap semoga gerak cepat Polres Mempawah ini menjadi contoh instansi lain untuk berbuat hal serupa,” pungkasnya.
Penulis: Distra
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





