Jerman Siapkan Peta Jalan Hentikan Batu Bara, Minyak, dan Gas hingga 2045
Berlin (Suara Kalbar) – Pemerintah Jerman menyetujui peta jalan untuk menghentikan penggunaan batu bara, minyak, dan gas secara bertahap hingga 2045. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi transisi energi Jerman untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Mengutip Reuters, Rabu (23/9/2026), juru bicara Kementerian Lingkungan Jerman mengatakan peta jalan tersebut akan dipresentasikan dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS).
Dengan kebijakan tersebut, Jerman menjadi negara ketiga setelah Prancis dan Belanda yang mengadopsi peta jalan nasional sebagai bagian dari upaya mendorong transisi dari bahan bakar fosil.
Strategi tersebut menempatkan elektrifikasi sektor transportasi dan pemanas sebagai bagian penting dalam proses transisi energi Jerman.
Namun, kebijakan tersebut muncul di tengah perdebatan di dalam pemerintahan mengenai penerapan aturan kendaraan, sistem pemanas, hingga mekanisme penetapan harga karbon.
Sejumlah pejabat pemerintah mendorong agar kebijakan transisi energi diterapkan secara lebih fleksibel dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi dan kondisi ekonomi.
Mengutip laporan Spiegel, pemerintah Jerman dalam peta jalan tersebut juga akan mengkaji kemungkinan mempercepat penghentian pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.
Target penghentian pembangkit batu bara yang sebelumnya ditetapkan pada 2038 berpeluang dimajukan menjadi 2035. Namun, percepatan tersebut masih menjadi bagian dari proses pembahasan pemerintah.
Mobil Listrik Ditargetkan Dominan
Pada sektor transportasi, regulasi emisi armada Uni Eropa diproyeksikan mendorong mobil listrik berbasis baterai mencapai 100 persen dari pendaftaran mobil penumpang baru pada 2035.
Kebijakan tersebut sejalan dengan strategi elektrifikasi sektor transportasi sebagai salah satu cara mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
Namun, rencana tersebut berbeda dengan pandangan sejumlah politikus konservatif di Jerman. Salah satunya Menteri Ekonomi Jerman Katherina Reiche yang menginginkan kendaraan bermesin pembakaran tetap memiliki peran lebih besar dengan memanfaatkan bahan bakar alternatif.
Perdebatan tersebut menunjukkan bahwa proses transisi menuju transportasi rendah emisi masih menghadapi perbedaan pandangan mengenai teknologi kendaraan yang akan digunakan.
Pompa Panas Jadi Bagian Transisi
Selain transportasi, sektor pemanas rumah dan bangunan juga menjadi perhatian pemerintah Jerman.
Pompa panas diperkirakan menjadi salah satu sistem pemanas utama di Jerman dalam beberapa tahun mendatang. Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan minyak dan gas untuk kebutuhan pemanasan.
Sementara itu, sistem pemanas berbahan bakar minyak dan gas yang menggunakan bahan bakar netral iklim ditempatkan sebagai bagian dari masa transisi.
Pemerintah Jerman menargetkan penghentian penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap hingga 2045. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya negara tersebut mencapai target iklim nasional sekaligus mempercepat transformasi sektor energi, transportasi, dan pemanas.
Sumber: Beritasatu.com





