SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Instagram Perketat Aturan, Influencer AI Wajib Pasang Label atau Kehilangan Jangkauan

Instagram Perketat Aturan, Influencer AI Wajib Pasang Label atau Kehilangan Jangkauan

Ilustrasi Instagram Reels. (Dok Meta/Istimewa)

Suara Kalbar – Instagram mulai memperketat aturan terhadap akun influencer yang sepenuhnya dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Platform media sosial milik Meta itu kini mewajibkan profil influencer berbasis AI mencantumkan label khusus. Akun yang tidak mengungkapkan bahwa sosok di dalamnya merupakan hasil AI juga berpotensi mendapatkan pembatasan jangkauan.

Kebijakan tersebut diterapkan ketika jumlah profil influencer virtual yang tampil menyerupai manusia sungguhan semakin banyak di Instagram.

Melalui aturan baru ini, Instagram ingin pengguna mengetahui sejak awal ketika mereka berinteraksi dengan sosok berbasis AI. Hal itu sekaligus membedakan akun yang sepenuhnya dibuat AI dengan kreator manusia yang hanya memanfaatkan teknologi AI untuk memproduksi konten.

Dikutip dari 9to5Google, Instagram menjelaskan perubahan tersebut melalui postingan blog berjudul “Membawa Lebih Banyak Transparansi ke Profil Buatan AI di Instagram”.

Instagram Wajibkan Label Profil Buatan AI

Instagram kini mewajibkan profil influencer yang sepenuhnya dibuat menggunakan AI menampilkan lencana “profil yang dihasilkan AI”.

Label tersebut ditempatkan di bawah nama pengguna dan nama tampilan pada bagian utama bio akun. Penanda serupa juga dirancang muncul pada unggahan feed, reels, dan stories dari influencer AI.

Dengan begitu, pengguna tetap dapat mengetahui bahwa mereka sedang melihat profil berbasis AI meski konten ditemukan melalui berbagai fitur Instagram, bukan hanya ketika membuka halaman profil.

Instagram mengatakan perubahan itu dilakukan setelah menerima masukan dari pengguna yang menginginkan identitas profil berbasis AI ditampilkan secara lebih jelas.

“Kami telah mendengar bahwa orang tidak suka melihat profil yang tampaknya manusia, hanya untuk mengetahui kemudian bahwa orang yang ditampilkan adalah AI-generated,” ujar Instagram.

Sebelumnya, sejumlah akun menggunakan label “AI creator”. Instagram kini menggantinya dengan penanda “profil yang dihasilkan AI” untuk memperjelas bahwa akun tersebut menampilkan influencer yang sepenuhnya dibuat menggunakan teknologi AI.

Akun Tanpa Label Bisa Kehilangan Jangkauan

Instagram juga mulai mengambil tindakan terhadap profil yang menampilkan sosok hasil AI tetapi tidak mencantumkan label yang diwajibkan.

Akun tersebut dapat dikeluarkan dari berbagai fitur rekomendasi, termasuk saran reels, Explore, serta rekomendasi feed kepada pengguna yang belum mengikuti akun tersebut.

Artinya, konten dari profil yang tidak mencantumkan label dapat kehilangan kesempatan untuk menjangkau audiens yang lebih luas melalui sistem rekomendasi Instagram.

Instagram meminta kreator yang memiliki profil tidak berlabel untuk memperbarui pengaturan akunnya dan mengaktifkan label profil yang dihasilkan AI.

“Untuk profil tidak berlabel yang menampilkan orang yang dihasilkan AI, pembuat konten dapat dan harus menerapkan label dengan mengedit profil mereka dan beralih ke profil yang dihasilkan AI,” jelas Instagram.

“Label kemudian akan mulai muncul di profil mereka dan di samping konten mereka jika media spesifik mereka belum memiliki label yang menunjukkan bahwa itu dibuat atau diedit dengan AI,” imbuhnya.

Meski demikian, Instagram menegaskan kreator yang secara proaktif memasang label tidak akan mengalami perubahan terhadap jangkauan profil mereka.

Dengan kata lain, pembatasan terutama ditujukan kepada akun yang tidak mengungkapkan status AI, bukan terhadap seluruh influencer virtual.

Pemilik Akun Bisa Meninjau dan Mengajukan Banding

Instagram juga memberikan kesempatan kepada pemilik akun yang sebelumnya menggunakan label “AI creator” untuk meninjau perubahan tersebut.

Pemilik profil dapat mengonfirmasi bahwa akunnya memang merupakan profil yang dihasilkan AI atau menghapus label jika kondisi akun sudah berubah. Misalnya, profil yang sebelumnya sepenuhnya dibuat AI kemudian beralih menjadi akun yang dikelola manusia.

Selain itu, Instagram menyediakan mekanisme banding bagi pemilik akun yang merasa profilnya mendapatkan label AI secara keliru.

Jika banding diterima, profil tersebut dapat kembali masuk dalam sistem rekomendasi Instagram sehingga tidak lagi terkena pembatasan jangkauan.

Sistem baru ini dengan demikian tidak hanya memberikan kewajiban pelabelan, tetapi juga menyediakan ruang bagi kreator untuk memperbaiki atau menggugat keputusan yang dianggap tidak sesuai.

Penerapan Deteksi Profil AI Dilakukan Bertahap

Perwakilan Meta mengatakan kepada CNET bahwa kemampuan untuk memberikan label profil telah tersedia bagi seluruh pengguna.

Namun, proses mendeteksi profil yang belum menggunakan label dan memberikan pemberitahuan kepada pemilik akun dilakukan secara bertahap dalam beberapa minggu mendatang.

CNET juga menemukan sejumlah akun influencer virtual populer yang dibuat menggunakan AI, seperti Tilly Norwood, Aitana Lopez, Lil Miquela, dan Imma.

Dalam pengamatan pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 11.00 PT, tidak satu pun dari akun tersebut terlihat memiliki label profil yang dihasilkan AI.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penerapan kebijakan baru belum langsung terlihat pada seluruh akun ketika aturan mulai diumumkan.

Perluasan Sistem Pelabelan Konten AI

Kebijakan terbaru Instagram menjadi bagian dari langkah Meta untuk meningkatkan transparansi terhadap konten berbasis AI di platformnya.

Sebelumnya, Meta telah memperkenalkan sistem pelabelan untuk sejumlah gambar yang dibuat menggunakan AI di berbagai jejaring sosial miliknya.

Namun, pendekatan tersebut belum secara khusus menjadikan status profil sebagai bagian dari sistem rekomendasi. Kini, Instagram memperluas kebijakan dengan memberikan perhatian khusus terhadap akun yang seluruh identitas visualnya dibangun menggunakan AI.

Langkah tersebut muncul ketika Instagram dan Facebook menghadapi semakin banyak konten yang dihasilkan AI, yang di internet kerap disebut sebagai “AI slop”.

Instagram juga sebelumnya menarik kembali pembaruan yang memungkinkan pengguna membuat deepfake dari profil orang lain.

Label Profil AI Masih Terbatas di Ponsel

Meski aturan baru mulai diterapkan, terdapat sejumlah batasan dalam penggunaannya.

Instagram mengatakan lencana profil yang dihasilkan AI untuk saat ini hanya ditampilkan pada perangkat seluler. Label tersebut belum tersedia pada komputer atau Instagram versi desktop.

Melalui pusat bantuannya, Instagram menjelaskan bahwa label profil AI bertujuan membantu membangun kepercayaan dengan audiens sekaligus meningkatkan transparansi di platform.

Label tersebut juga menjadi salah satu cara untuk memastikan profil memenuhi persyaratan agar tetap mendapatkan rekomendasi Instagram.

Dengan kebijakan ini, influencer virtual memiliki pilihan yang semakin jelas: mengungkapkan identitas berbasis AI secara terbuka atau menghadapi risiko berkurangnya jangkauan konten di Instagram.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play