SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi IFR: Penjualan Robot Humanoid Capai 7.000 Unit di Dunia Sepanjang 2025

IFR: Penjualan Robot Humanoid Capai 7.000 Unit di Dunia Sepanjang 2025

Robot humanoid Jepang bernama Erica. (YouTube.com/Inventions World)

Suara Kalbar — Penjualan robot humanoid untuk kebutuhan industri dan layanan profesional mencapai sekitar 7.000 unit di seluruh dunia sepanjang 2025. Data tersebut dihimpun International Federation of Robotics (IFR).

Angka tersebut masih relatif kecil dibandingkan proyeksi pertumbuhan pasar robot humanoid dalam beberapa tahun mendatang. China, yang merupakan pasar robot industri terbesar di dunia, menjadi salah satu negara yang diperkirakan mengalami pertumbuhan signifikan di sektor ini.

Kemampuan robot humanoid juga semakin diperlihatkan dalam berbagai demonstrasi. Pada Agustus 2026, China menampilkan robot humanoid yang mampu melakukan sejumlah aktivitas seperti berlari dan bertinju dalam sebuah ajang robot.

Menurut kriteria IFR, robot dapat dikategorikan sebagai humanoid apabila memiliki bentuk menyerupai manusia dan mampu beroperasi secara otonom di lingkungan yang dirancang untuk manusia. Robot tersebut tidak harus menggunakan kaki.

Data IFR yang ditinjau Reuters sebelum dipublikasikan menjadi salah satu gambaran awal mengenai skala industri robot humanoid secara global. Teknologi tersebut kini menarik investasi dalam jumlah besar dan terus berkembang melalui berbagai demonstrasi kemampuan.

Dilansir dari Reuters, Sekretaris Jenderal IFR Susanne Bieller mengatakan jumlah robot humanoid yang beredar masih merupakan “sebagian kecil” dari keseluruhan populasi robot di dunia.

Sebagai perbandingan, sekitar 542 ribu robot industri reguler dipasang di seluruh dunia sepanjang 2024. Pada tahun yang sama, sekitar 199 ribu robot layanan diperkirakan terjual untuk digunakan di sektor transportasi, perhotelan, dan kebersihan.

Data IFR mengenai robot industri dan robot layanan untuk 2025 dijadwalkan dipublikasikan pada 24 September 2026.

Belum Semua Robot Humanoid Digunakan untuk Produksi

Bieller mengatakan sebagian robot humanoid yang terjual pada 2025 belum digunakan untuk pekerjaan produktif.

Sejumlah unit dibeli oleh lembaga penelitian maupun perusahaan untuk mengumpulkan data yang nantinya digunakan dalam pengembangan dan peningkatan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Produsen kendaraan bermotor menjadi salah satu pengguna awal robot humanoid. Menurut Bieller, sejumlah produsen otomotif saat ini menjalankan proyek percontohan dengan jumlah robot yang masih terbatas, mulai dari satu digit hingga terkadang dua digit di fasilitas produksi mereka.

IFR sendiri telah mengumpulkan statistik industri robot selama sekitar tiga dekade. Mulai 2025, organisasi tersebut untuk pertama kalinya memasukkan robot humanoid ke dalam statistiknya, berdampingan dengan data robot industri dan robot layanan yang jumlahnya jauh lebih besar.

Diproyeksikan Tembus 1,2 Juta Unit pada 2030

Sementara itu, Bank of America Global Research memperkirakan pengiriman robot humanoid mencapai sekitar 90 ribu unit pada 2026.

Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat tajam menjadi sekitar 1,2 juta unit pada 2030.

Meski demikian, data IFR memiliki cakupan tertentu. Statistik tersebut dihimpun berdasarkan informasi dari pemasok dan asosiasi industri nasional serta tidak mencakup robot humanoid untuk konsumen maupun kebutuhan militer.

Sementara itu, robot yang digunakan untuk keperluan medis dikategorikan secara terpisah.

Data tersebut menunjukkan industri robot humanoid masih berada pada tahap awal dibandingkan robot industri dan robot layanan secara keseluruhan. Namun, peningkatan investasi, uji coba di sektor otomotif, serta perkembangan AI menjadi sejumlah faktor yang dapat mendorong pertumbuhan penggunaannya dalam beberapa tahun mendatang.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play