SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kubu Raya Hadapi Puncak Karhutla September, Pemerintah Siapkan OMC dan Tujuh Helikopter di Kalbar

Hadapi Puncak Karhutla September, Pemerintah Siapkan OMC dan Tujuh Helikopter di Kalbar

Potret Menhut, Raja Juli Antoni, saat melakukan kunjungan kerja di Desa Dusun Suka Damai, Desa Rasau Jaya Tiga, Rasau, Kubu Raya, Kalbar, pada Kamis (3/9/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/Maria

Kubu Raya (Suara Kalbar) – Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi puncak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) yang diperkirakan terjadi sepanjang bulan September 2026.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengatakan, penanganan karhutla dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC), water bombing, pengerahan satgas darat, penegakan hukum, serta peningkatan kesadaran masyarakat.

“Pertama, ada OMC, Operasi Modifikasi Cuaca,” kata Raja Juli saat kunjungan kerja ke Kalbar, pada Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, pemerintah akan melakukan OMC ketika terdapat potensi awan hujan yang dapat disemai.

“Dan, saya sudah putuskan bersama Bapak Kepala BNPB dan BMKG, bila ada sedikit saja potensi awan hujan yang bisa disemai garam, maka kita akan lakukan operasi modifikasi cuaca,” ujarnya.

OMC, kata Raja Juli, tidak hanya dilakukan di wilayah yang sedang mengalami karhutla. Pemerintah juga mempertimbangkan wilayah lain yang memiliki kerentanan kebakaran untuk meningkatkan kelembapan dan menjaga kondisi air tanah.

“Bahkan, di lokasi-lokasi atau kabupaten-kabupaten yang sebenarnya tidak terdampak karhutla, karena kita tetap ingin melakukan pelembapan, pembasahan, dan memastikan tinggi muka air tanah di daerah tersebut tetap baik, sehingga daerah tersebut tidak rentan terhadap kebakaran. Jadi, OMC ini penting,” katanya.

Selain OMC, pemerintah juga mengerahkan armada water bombing untuk membantu pemadaman dari udara.

“Kemudian, water bombing. Saya lupa angkanya, tapi kalau tidak salah sudah ada tujuh. Ada tujuh pesawat ada di sini, tujuh helikopter ada di sini,” ujarnya.

Raja Juli mengatakan pemerintah juga memperkuat personel di darat melalui Manggala Agni, TNI, Polri, KPH, relawan, dan masyarakat peduli api.

Ia menegaskan seluruh upaya tersebut harus dilakukan secara terpadu karena September diperkirakan menjadi periode puncak karhutla.

“Karena puncak karhutla ini September seperti yang sudah diprediksi. Agustus kemarin sudah mulai naik. Ini kan bulan latihan kita kemarin menata barisan, melakukan kampanye, menata peralatan semacam itu lebih masif. Sekarang saatnya benar-benar kita sedang berada pada bulan perjuangan,” katanya.

Raja Juli menambahkan, Kepala BNPB dijadwalkan datang ke Kalbar untuk memimpin rapat terkait strategi penanganan karhutla besok.

“Besok Bapak Kepala BNPB akan datang dan akan memimpin rapat untuk memapping kembali tadi, OMC kita bagaimana kapan potensinya di mana, kemudian tadi pasukan, apa namanya, water bombing kita apakah kita perlu akan mengerahkan kembali atau menambah kembali jumlah-jumlah water bomber kita,” ujarnya.

Penulis: Maria

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play