SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi X Hentikan Program Bagi Hasil Kreator, Ganti dengan Program Hadiah Konten Orisinal

X Hentikan Program Bagi Hasil Kreator, Ganti dengan Program Hadiah Konten Orisinal

Ilustrasi aplikasi X. (AP Photo)

Suara Kalbar – Platform X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, akan mengubah sistem pembayaran bagi pembuat konten. Perusahaan berencana menghentikan program bagi hasil yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan kreator dan menggantinya dengan skema baru bernama Original Content Rewards atau program hadiah konten orisinal.

Perubahan tersebut diumumkan melalui akun @Creators milik X. Perusahaan menyebut program baru ini dirancang untuk memberikan penghargaan kepada kreator yang menghadirkan ide orisinal, keahlian, pelaporan, kreativitas, serta komentar bernilai di platform.

X menyatakan pendaftaran baru untuk program bagi hasil akan segera ditutup dan program tersebut akan dihentikan sepenuhnya setelah 7 September 2026.

Meski demikian, kreator yang saat ini masih terdaftar tidak akan langsung kehilangan pembayaran. X memastikan peserta lama tetap menerima tiga pembayaran terakhir sebelum program tersebut berakhir.

Dua pembayaran terakhir akan diberikan sesuai jadwal normal pada pertengahan dan akhir Agustus. Sementara pembayaran final dijadwalkan sekitar 11 September 2026 dan akan mencakup pendapatan yang diperoleh hingga batas akhir program.

Mulai 8 September 2026, peserta program bagi hasil yang sudah ada dapat mengajukan permohonan untuk mengikuti program Original Content Rewards apabila memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan X.

Pendapatan Baru Dihitung dari Tayangan yang Memenuhi Syarat

Dilansir dari Mashable, perubahan terbesar dalam sistem baru terletak pada cara X menghitung pendapatan kreator.

Pada program bagi hasil sebelumnya, pendapatan kreator dikaitkan dengan pembagian pendapatan iklan. Sementara dalam Original Content Rewards, pembayaran akan lebih berkaitan dengan jumlah tayangan yang memenuhi syarat terhadap konten orisinal yang dibuat kreator.

Namun, tidak seluruh tayangan akan dihitung. X menetapkan sejumlah kriteria untuk menentukan tayangan yang dianggap memenuhi syarat.

Tayangan harus berasal dari pelanggan Premium yang unik dan telah terverifikasi. Pengguna tersebut juga harus melihat sedikitnya setengah dari sebuah unggahan ketika berada di home timeline.

X tidak akan menghitung tayangan yang dianggap duplikat, berbayar, dipromosikan, maupun diperoleh melalui cara-cara curang.

Melalui sistem tersebut, X ingin mengurangi peluang kreator memperoleh pembayaran hanya dengan mengejar jumlah impresi tanpa memperhatikan kualitas maupun nilai konten yang diberikan kepada pengguna.

Syarat Mengikuti Program Original Content Rewards

Kreator yang ingin mengikuti program baru tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan dasar. Peserta harus berusia minimal 18 tahun dan tinggal di negara yang termasuk dalam wilayah yang memenuhi syarat.

Akun yang digunakan juga harus merupakan akun pribadi atau bisnis dengan reputasi baik. Selain itu, kreator wajib berlangganan salah satu tingkatan layanan berbayar X Premium.

Dari sisi audiens, peserta harus memiliki sedikitnya 500 pengikut terverifikasi. Mereka juga wajib memperoleh minimal 500.000 tayangan home timeline dari pengguna terverifikasi dalam 90 hari sebelumnya.

Persyaratan tersebut tidak hanya berlaku saat kreator pertama kali mendaftar. Seluruh kriteria harus terus dipenuhi agar peserta tetap memiliki kelayakan untuk menerima pembayaran.

Dengan demikian, kreator yang mengalami penurunan jumlah pengikut atau tayangan hingga berada di bawah ambang batas dapat kehilangan kelayakan mengikuti program.

X Perketat Definisi Konten Orisinal

Salah satu aspek penting dalam program baru adalah definisi konten orisinal. X ingin memberikan insentif kepada pengguna yang benar-benar menghasilkan karya atau memberikan kontribusi baru, bukan sekadar mengambil konten dari akun lain.

Berdasarkan pedoman perusahaan, konten yang hanya disalin dari akun lain tidak akan memenuhi syarat. Begitu pula materi yang diunduh dari akun lain kemudian diunggah kembali tanpa perubahan berarti.

Konten yang dibuat melalui proses otomatis juga tidak termasuk kategori yang mendapatkan penghargaan. X turut mengecualikan unggahan ulang yang hanya mengalami perubahan kecil, seperti penambahan teks sederhana, watermark, atau hamparan teks dasar.

Meski demikian, kreator masih dapat menggunakan materi buatan orang lain selama memberikan nilai tambah yang substansial. Nilai tersebut dapat berupa komentar bermakna, analisis, pelaporan, atau pengeditan kreatif yang benar-benar mengubah maupun memperkaya materi awal.

Artinya, sekadar menjelaskan ulang isi sebuah unggahan atau memberikan keterangan singkat belum tentu cukup untuk memenuhi standar orisinalitas yang ditetapkan X.

Konten yang dapat masuk kategori orisinal antara lain laporan dan analisis yang dibuat sendiri, foto serta video hasil produksi kreator, hingga meme dan grafik yang dirancang sendiri.

Komentar juga dapat dikategorikan sebagai konten orisinal selama kreator memberikan kontribusi yang berarti ketika menggunakan materi milik pihak lain.

X Ingin Kurangi Insentif bagi Agregator dan Clickbait

Perubahan sistem pembayaran tersebut bukan pertama kalinya X mencoba memperbaiki mekanisme penghargaan bagi kreator.

Perusahaan sebelumnya beberapa kali mengubah mekanisme bagi hasil untuk mengurangi keuntungan akun yang dinilai hanya mengandalkan agregasi konten dan strategi clickbait.

Pada April, X juga melakukan perubahan yang ditujukan untuk mengurangi pembayaran kepada agregator serta akun yang dianggap menggunakan strategi clickbait.

Kebijakan tersebut kemudian menimbulkan keluhan dari sejumlah akun populer yang sebelumnya memperoleh pendapatan dari sistem pembayaran lama.

X juga sempat mengubah formula bagi hasil pada Maret dengan memberikan bobot lebih besar terhadap keterlibatan pengguna dari wilayah asal kreator.

Perubahan tersebut muncul setelah terungkap adanya sejumlah akun populer yang aktif mengunggah konten pro-Trump dan komentar yang berfokus pada isu Washington, tetapi pengelolanya ternyata tidak berada di Amerika Serikat.

Perubahan bobot berdasarkan wilayah tersebut kemudian dibatalkan oleh Elon Musk setelah mendapat reaksi dari pengguna. Hingga kini belum diketahui apakah Original Content Rewards akan menerapkan mekanisme pembobotan regional seperti yang pernah digunakan pada program sebelumnya.

X Menilai Sistem Lama Tidak Lagi Sejalan

Dikutip dari TechCrunch, Allegra Jacchia dari X mengatakan perubahan tersebut dilakukan karena program bagi hasil sebelumnya dinilai tidak lagi memberikan insentif yang tepat bagi kreator.

Menurut perusahaan, sistem lama membuat sebagian kreator lebih berfokus memaksimalkan pembayaran dibandingkan menghasilkan konten baru yang bernilai bagi pengguna.

X sebenarnya dapat terus menambahkan aturan dan pengecualian untuk memperbaiki program lama. Namun, perusahaan memilih mengakhirinya dan membangun program baru yang sejak awal dirancang untuk memberikan penghargaan terhadap orisinalitas.

Melalui Original Content Rewards, X ingin mengarahkan kreator untuk menghasilkan materi baru, baik melalui pelaporan, analisis, kreativitas, komentar, maupun karya visual yang dibuat sendiri.

X juga menyadari program baru tersebut masih dapat mengalami perubahan setelah diluncurkan. Perusahaan menyatakan akan terus menyempurnakan program, meningkatkan model yang digunakan, serta memperketat standar dari waktu ke waktu.

Peralihan ini membuat 7 September 2026 menjadi batas penting bagi peserta program bagi hasil. Setelah tanggal tersebut, program lama akan berakhir, dengan pembayaran terakhir sekitar 11 September 2026 untuk pendapatan yang diperoleh hingga batas waktu.

Mulai 8 September 2026, kreator yang sebelumnya mengikuti program bagi hasil dapat mengajukan diri ke Original Content Rewards selama memenuhi seluruh persyaratan.

Dengan sistem baru tersebut, X tidak lagi menjadikan pembagian pendapatan iklan sebagai dasar utama pembayaran kreator.

Perusahaan beralih ke mekanisme yang menitikberatkan pada tayangan yang memenuhi syarat terhadap konten orisinal, sekaligus memperketat aturan terhadap konten salinan, unggahan ulang, otomatisasi, dan materi yang hanya mengalami perubahan kecil.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play