Ratusan Umat Padati Vihara Tjhie San Thong, Kapolsek Soroti Kondisi Bangunan yang Kian Memprihatinkan
Mempawah (Suara Kalbar) – Peringatan Hari Pencerahan Agung Dewi Kwan Im yang jatuh setiap tanggal 19 bulan 6 penanggalan Imlek berlangsung khidmat di Vihara Tjhie San Thong, Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Sabtu (1/8/2026).
Ratusan umat Buddha dari Kabupaten Mempawah serta sejumlah daerah di sekitarnya memadati vihara untuk mengikuti prosesi ibadah sembahyang.
Umat memanjatkan doa dan memberikan penghormatan kepada Dewi Kwan Im yang dikenal sebagai simbol kasih sayang dan welas asih.
Meski dipadati umat, rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Pengurus Yayasan Tjhie San Thong juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung guna memberikan kenyamanan bagi para umat yang datang beribadah.
Salah seorang umat Buddha asal Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, Andi, mengaku bersyukur dapat mengikuti ibadah di Vihara Tjhie San Thong.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus yayasan dan masyarakat Mempawah yang memberikan sambutan hangat kepada para umat dari luar daerah.
“Saya senang sekali bisa sampai ke Vihara Tjhie San Thong yang beberapa waktu lalu sempat menjadi perhatian publik. Setelah melihat langsung kondisi bangunan dari dekat, saya akhirnya memahami mengapa vihara ini membutuhkan pembangunan baru,” ujarnya.
Menurut Andi, kondisi fisik vihara saat ini sudah cukup memprihatinkan. Ia melihat adanya penurunan pada pondasi, dinding yang retak dan mulai miring akibat usia bangunan yang sudah tua.
Sebagai sesama umat Buddha, ia berharap seluruh umat dapat bersatu mendukung upaya pembangunan kembali Vihara Tjhie San Thong agar menjadi rumah ibadah yang lebih aman dan nyaman bagi generasi mendatang.
“Semoga umat Buddha di Mempawah bisa bersatu untuk membangun kembali Vihara Tjhie San Thong sehingga masyarakat dapat beribadah dengan rasa aman dan nyaman,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Mempawah Hilir Iptu Edi Marwan yang hadir melakukan pemantauan jalannya ibadah juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi bangunan vihara.
Di hadapan pembina, pengurus yayasan, dan para sesepuh, ia menilai kapasitas serta kondisi fisik bangunan saat ini sudah tidak memadai untuk menampung jumlah umat yang terus bertambah.
“Kami mengkhawatirkan kondisi bangunan yang mengalami banyak kerusakan dapat membahayakan keselamatan umat yang sedang beribadah,” ujar Edi Marwan.
Ia bahkan mengaku melihat perubahan pada kondisi bangunan dibandingkan saat dirinya berkunjung sekitar sebulan lalu.
“Saya melihat bangunan vihara semakin miring dibanding ketika saya datang bulan lalu. Kondisi ini perlu segera dicarikan solusi demi keselamatan umat,” tegasnya.
Kapolsek menambahkan, Polsek Mempawah Hilir siap memberikan dukungan apabila pembangunan kembali Vihara Tjhie San Thong direalisasikan, dengan tetap mempertahankan nilai sejarah, bentuk asli bangunan, warisan budaya, serta nilai-nilai religius yang dimiliki vihara tersebut.
“Kami siap mendukung, mengamankan, dan bekerja sama agar terwujud rumah ibadah yang aman, nyaman, serta tetap menjaga nilai budaya dan keagamaan yang telah diwariskan,” pungkasnya.
Penulis: Distra
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






