Monev 10 Program Pokok, PKK Kalbar Dorong Program Lebih Tepat Sasaran
Landak (Suara Kalbar) – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Barat mendorong pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Kabupaten Landak agar semakin tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga serta masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Erlina Norsan, saat melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) 10 Program Pokok PKK di Kabupaten Landak, bersama Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, di Aula Kantor Bupati Landak, Jumat (28/8/2026).
Erlina mengatakan, Monev menjadi bagian penting untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program PKK di daerah, termasuk capaian, kendala, maupun langkah perbaikan yang perlu dilakukan.
“Bagi saya, kunjungan kerja ini bukan hanya menjadi agenda monitoring dan evaluasi, tetapi juga merupakan kesempatan untuk mempererat silaturahmi, mendengarkan secara langsung perkembangan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Kabupaten Landak, sekaligus bersama-sama mencari solusi terhadap tantangan yang dihadapi di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, proses monitoring dan evaluasi harus dilakukan secara terbuka, objektif, dan konstruktif. Monev tidak semata-mata untuk menemukan kekurangan, tetapi juga mengidentifikasi program yang telah berjalan baik agar dapat dipertahankan dan dikembangkan.
“Saya berharap pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini dapat dilakukan secara terbuka, objektif, dan konstruktif. Kita ingin melihat apa yang sudah baik, apa yang perlu diperbaiki, dan inovasi apa yang dapat kita kembangkan bersama,” katanya.
Erlina juga mendorong TP PKK Kabupaten Landak terus berkembang menjadi organisasi yang mandiri, inovatif, dan produktif. Menurutnya, kader PKK harus mampu membaca kebutuhan masyarakat serta menyesuaikan program dengan tantangan yang berkembang.
“Kegiatan PKK tidak harus selalu besar, tetapi harus tepat sasaran, berkelanjutan, terdokumentasi dengan baik, dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai, berbagai program PKK memiliki keterkaitan erat dengan tugas pemerintah daerah, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan keluarga, ketahanan pangan, lingkungan hidup, perlindungan perempuan dan anak, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, sinergi antara TP PKK dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan program.
“TP PKK tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, saya mendorong agar setiap Pokja TP PKK Kabupaten Landak memiliki sinergi yang kuat dengan OPD terkait. Program disusun bersama, dilaksanakan bersama, dimonitor bersama, dan hasilnya juga dapat dilaporkan dengan baik,” jelasnya.
Menurut Erlina, sinergi tersebut tidak boleh hanya dilakukan ketika kegiatan berlangsung. Kolaborasi harus dibangun sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, hingga tindak lanjut program.
“Dengan begitu, program yang kita jalankan dapat lebih terarah dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Sinergi Berbagai Gerakan untuk Masyarakat
Erlina menegaskan, peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Kalimantan Barat bukan hanya menjadi tanggung jawab TP PKK. Sejumlah organisasi dan gerakan yang berada dalam koordinasinya memiliki tugas berbeda, tetapi diarahkan pada tujuan yang sama.
Di antaranya Bunda PAUD, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN), Tim Pembina Posyandu, Duta Imunisasi, serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
“Masing-masing memiliki peran dan tugas yang berbeda, tetapi sasaran akhirnya sama, yaitu bagaimana kita dapat membangun keluarga dan masyarakat yang sehat, cerdas, mandiri, produktif, sejahtera, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia meminta seluruh unsur tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, setiap program perlu saling mendukung dan memperkuat agar dampaknya lebih luas.
“Jangan sampai masing-masing organisasi berjalan sendiri-sendiri. Kita memiliki sasaran yang sama dan harus saling menguatkan,” tegasnya.
Erlina menjelaskan, TP PKK melalui 10 Program Pokok PKK berperan dalam pemberdayaan keluarga. Bunda PAUD fokus pada penguatan pendidikan anak usia dini, FORIKAN mendorong peningkatan konsumsi ikan dan gizi keluarga, Tim Pembina Posyandu memperkuat pelayanan dasar, Duta Imunisasi berperan dalam edukasi imunisasi, sementara Dekranasda mendorong pengembangan kerajinan dan ekonomi kreatif.
Seluruh gerakan tersebut, lanjutnya, perlu berjalan seiring dengan program Pemerintah Kabupaten Landak.
Karena itu, dukungan pemerintah daerah dan OPD sangat dibutuhkan agar berbagai program dapat dilaksanakan secara optimal dan memberikan dampak yang lebih luas.
“Saya sangat berharap Pemerintah Kabupaten Landak dan seluruh OPD dapat terus memberikan ruang, dukungan, dan sinergi kepada organisasi-organisasi tersebut, sehingga setiap program dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” harapnya.
Menutup arahannya, Erlina mengajak seluruh kader PKK dan unsur terkait menjadikan Monev sebagai momentum untuk melakukan pembenahan sekaligus melahirkan inovasi baru.
“Saya percaya Kabupaten Landak memiliki potensi yang besar. Dengan dukungan pemerintah kabupaten, OPD, para camat, kepala desa dan lurah, TP PKK, Dekranasda, Bunda PAUD, FORIKAN, Tim Pembina Posyandu, Duta Imunisasi, serta seluruh kader dan masyarakat, saya yakin Kabupaten Landak dapat terus berkembang,” pungkasnya.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






