SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kubu Raya Kubu Raya Naikkan Belanja Modal Rp12,11 Miliar, Jalan dan Irigasi Jadi Prioritas

Kubu Raya Naikkan Belanja Modal Rp12,11 Miliar, Jalan dan Irigasi Jadi Prioritas

Pengantar Nota Keuangan Perubahan APBD Kabupaten Kubu Raya Tahun Anggaran 2026 yang dibacakan Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto pada Rapat Paripurna DPRD Kubu Raya, Jumat (28/8/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/HO-Diskominfo

Kubu Raya (Suara Kalbar)  – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menaikkan alokasi belanja modal sebesar Rp12,11 miliar dalam rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kubu Raya Tahun Anggaran 2026.

Kenaikan belanja modal tersebut diarahkan terutama untuk mendukung pembangunan jalan, jaringan dan irigasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan publik serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kubu Raya Sujiwo dalam pidato Pengantar Nota Keuangan Perubahan APBD Kabupaten Kubu Raya Tahun Anggaran 2026 yang dibacakan Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto pada Rapat Paripurna DPRD Kubu Raya, Jumat (28/8/2026).

Dalam pidatonya, Bupati Sujiwo mengatakan perubahan APBD 2026 disusun di tengah tantangan fiskal daerah dan meningkatnya kebutuhan pembangunan. Kondisi tersebut membuat penajaman prioritas anggaran menjadi penting agar belanja daerah benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

“Kita tidak ingin anggaran yang besar secara nominal, tetapi kecil manfaatnya bagi masyarakat. Karena itu, belanja daerah harus diarahkan pada program yang memberikan dampak nyata terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” demikian disampaikan Bupati dalam pidato yang dibacakan Sukiryanto.

Dalam rancangan perubahan APBD 2026, pendapatan daerah Kubu Raya diproyeksikan mengalami penurunan sebesar Rp44,5 miliar atau 2,8 persen. Pendapatan yang semula diproyeksikan Rp1,58 triliun menjadi Rp1,54 triliun.

Di tengah penurunan tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru diproyeksikan meningkat Rp12,38 miliar atau 4,33 persen menjadi Rp298,61 miliar.

Sementara itu, pendapatan transfer diproyeksikan turun Rp56,89 miliar atau 4,37 persen menjadi Rp1,24 triliun. Penurunan tersebut terutama disebabkan adanya penyesuaian transfer dari pemerintah pusat.

Belanja Modal Naik 10,7 Persen

Menghadapi kondisi fiskal tersebut, Pemkab Kubu Raya memilih melakukan efisiensi sekaligus mengarahkan anggaran pada program yang dinilai lebih produktif dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang ditempuh yakni meningkatkan belanja modal sebesar Rp12,11 miliar atau 10,7 persen, dari sebelumnya Rp113,21 miliar menjadi Rp125,32 miliar.

Alokasi terbesar belanja modal tersebut diarahkan untuk pembangunan jalan, jaringan dan irigasi.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar meskipun ruang fiskal daerah mengalami tekanan.

Bupati menegaskan, efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan publik. Sebaliknya, efisiensi dilakukan dengan mengalihkan belanja yang kurang prioritas kepada program yang lebih strategis dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

“APBD bukan hanya daftar angka penerimaan dan pengeluaran, tetapi harus menjadi alat perjuangan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya,” tegasnya.

Perangkat Daerah Diminta Kejar Target Pendapatan

Selain mengatur kembali belanja, Bupati Sujiwo juga meminta perangkat daerah yang menangani pajak dan retribusi melakukan langkah-langkah progresif untuk mencapai target pendapatan daerah.

Upaya peningkatan PAD dinilai penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah di tengah adanya penyesuaian transfer dari pemerintah pusat.

Seluruh perangkat daerah juga diminta segera merealisasikan program dan kegiatan yang telah dituangkan dalam APBD perubahan sesuai dengan perencanaan. Pelaksanaan anggaran harus tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Melalui perubahan APBD 2026, Pemkab Kubu Raya berkomitmen menjaga disiplin dan kesehatan fiskal daerah. Pada saat yang sama, anggaran yang tersedia diarahkan agar digunakan secara efektif, efisien dan transparan.

Pemerintah daerah berharap kebijakan tersebut mampu memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak yang lebih nyata terhadap peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur serta kesejahteraan masyarakat Kubu Raya.

Penulis: Diskominfo KKR

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play