SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Krisantus Ajak ASN Jadikan Donor Darah sebagai Gerakan Kemanusiaan

Krisantus Ajak ASN Jadikan Donor Darah sebagai Gerakan Kemanusiaan

Wagub Kalbar Krisantus saat meninjau kegiatan donor darah yang digelar(BPSDM Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pontianak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Kamis (6/8/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/ist

Pontianak (Suara Kalbar) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menjadikan donor darah sebagai gerakan kemanusiaan yang dilakukan secara rutin guna membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.

6Ajakan tersebut disampaikan Krisantus saat meninjau kegiatan donor darah yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pontianak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Kamis (6/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wagub didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, turut hadir Kepala BPSDM Provinsi Kalbar Windy Prihastari, Kepala UDD PMI Kota Pontianak dr. Sidig Handanu Widoyono,  beserta jajaran.

Saat meninjau lokasi donor darah, Krisantus berdialog langsung dengan para ASN yang menjadi pendonor. Ia menanyakan kondisi kesehatan mereka, frekuensi mengikuti donor darah, sekaligus memberikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan melalui aksi kemanusiaan tersebut.

Menurutnya, donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang memiliki nilai kemanusiaan tinggi karena setiap kantong darah yang didonorkan dapat menyelamatkan nyawa orang lain.

“Kalau diharapkan tentu ini tujuannya adalah tujuan kemanusiaan yang sangat mulia. Karena itu saya terus mendukung, memacu, dan memberi semangat kepada seluruh ASN Provinsi Kalbar yang sehat agar ikut mendonorkan darahnya. Mari kita lakukan gerakan kemanusiaan ini untuk membantu saudara-saudara kita yang memerlukan. Ini sangat bermanfaat bagi kehidupan, kesehatan, dan keselamatan masyarakat,” ujar Krisantus.

Ia menegaskan, donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi cerminan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

“Saya mengapresiasi Bapak dan Ibu yang hari ini hadir mendonorkan darahnya untuk tujuan kemanusiaan. Mudah-mudahan menjadi amal kebaikan dan mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.
Selain mengapresiasi para pendonor, Wagub juga memberikan penghargaan kepada BPSDM Provinsi Kalbar bersama PMI yang dinilai kreatif menghadirkan kegiatan sosial sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

“Saya mengapresiasi BPSDM bersama Palang Merah Indonesia yang sangat kreatif dan inovatif menyelenggarakan kegiatan sosial seperti ini. Saya berharap kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat seperti ini terus ditingkatkan, karena saya yakin manfaatnya sangat besar bagi warga Kalbar yang membutuhkan pertolongan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala UDD PMI Kota Pontianak, dr. Sidig Handanu Widoyono, mengungkapkan kebutuhan darah di Kota Pontianak dan wilayah sekitarnya tergolong tinggi sehingga ketersediaan stok darah harus selalu terjaga.

“Dalam satu tahun kami memproduksi sekitar 45 ribu kantong darah. Setiap hari kami harus menyediakan sekitar 125 hingga 150 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan sekitar 22 fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Pontianak dan kabupaten sekitarnya,” jelas Sidig.

Ia mengatakan, pemenuhan kebutuhan darah tersebut didukung oleh para pendonor sukarela dan kegiatan donor darah keliling yang melibatkan berbagai instansi.

Menurutnya, PMI Kota Pontianak telah memiliki hampir 300 kelompok pendonor yang berasal dari instansi pemerintah, perusahaan swasta, TNI, Polri, hingga berbagai komunitas masyarakat yang siap membantu ketika dibutuhkan.

Sidig menambahkan, PMI juga memiliki jaringan komunitas pendonor berdasarkan golongan darah sehingga memudahkan proses pemenuhan kebutuhan ketika stok darah tertentu mulai menipis.

“Kalau stok darah tidak tersedia, kami akan menghubungi komunitas pendonor sesuai golongan darah yang dibutuhkan. TNI dan Polri juga selalu siap membantu, terutama pada masa-masa ketika jumlah pendonor berkurang, seperti saat bulan Ramadan,” ungkapnya.

Kegiatan donor darah tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia yang tidak hanya memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga memperkuat semangat solidaritas, gotong royong, dan kepedulian sosial melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat.

Penulis: Layli/r

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play