Kawasan Industri Pulau Penebang Ikut Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Ancaman Karhutla
Kayong Utara (Suara Kalbar) – Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Kalimantan Barat pada musim kemarau, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), memperkuat kapasitas masyarakat melalui peluncuran Program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.
Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana melalui penguatan kapasitas, peningkatan keterampilan, serta pembentukan budaya sadar risiko di tingkat komunitas.
Sebagai rangkaian awal Destana, Kawasan Industri Pulau Penebang menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran bagi masyarakat Dusun Kelawar, Desa Pelapis, pada awal Agutus. Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat dan aparatur desa melalui pembekalan mengenai dasar-dasar penanganan kebakaran, pengenalan berbagai jenis peralatan pemadam kebakaran, hingga demonstrasi serta praktik langsung penggunaan peralatan di lapangan.
Melalui pelatihan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman praktis mengoperasikan peralatan pemadam kebakaran sehingga mampu melakukan respons awal secara cepat apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, maupun keadaan darurat lainnya.

External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan bahwa penguatan kesiapsiagaan masyarakat merupakan langkah preventif yang penting mengingat setiap wilayah memiliki karakteristik risiko kebencanaan yang berbeda.
“Momentum musim kemarau menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran. Melalui Program Desa Tangguh Bencana, kami ingin masyarakat memiliki kemampuan untuk melakukan respons awal secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat. Ini bukan hanya tentang penanganan kebakaran, tetapi juga membangun budaya siaga bencana yang berkelanjutan,” ujar Sugeng.
Ia menambahkan, karakteristik Desa Pelapis sebagai wilayah kepulauan juga menuntut masyarakat memiliki kemampuan menghadapi berbagai risiko lainnya, seperti cuaca ekstrem dan kondisi darurat di perairan.
“Program Desa Tangguh Bencana ini dirancang sebagai program berkelanjutan. Pelatihan penanganan kebakaran merupakan tahap awal. Ke depan, masyarakat juga akan mendapatkan pelatihan mengenai kesiapsiagaan menghadapi cuaca buruk, keselamatan di wilayah perairan, serta teknik pertolongan dan evakuasi dasar. Harapannya, masyarakat memiliki kapasitas yang semakin lengkap menghadapi berbagai potensi risiko bencana di wilayahnya,” tambahnya.
Melalui Destana, KIPP tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis masyarakat, tetapi juga mendorong terbentuknya sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas yang mampu merespons berbagai ancaman secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, perusahaan, dan para pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat ketahanan desa terhadap berbagai potensi bencana.
Ke depan, Kawasan Industri Pulau Penebang akan terus mengembangkan rangkaian kegiatan Destana melalui berbagai pelatihan dan simulasi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Desa Pelapis. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan di Kabupaten Kayong Utara.
Sumber: Siaran Pers
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





