SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Harga Smartphone Makin Mahal, Pengiriman Global Diprediksi Anjlok 12 Persen pada 2026

Harga Smartphone Makin Mahal, Pengiriman Global Diprediksi Anjlok 12 Persen pada 2026

Ilustrasi smartphone (Gizchina)

Suara Kalbar – Industri smartphone global menghadapi tantangan sepanjang 2026. Kenaikan harga komponen memori ikut mendorong harga perangkat baru, sementara pengiriman smartphone dunia justru mengalami penurunan.

Laporan FDM CCS Insight yang dikutip GSM Arena, Selasa (11/8/2026), mencatat pengiriman smartphone secara global pada kuartal II 2026 turun 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, pengiriman juga mengalami kontraksi sebesar 3 persen.

Tekanan terhadap pasar diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu dekat. FDM memproyeksikan total pengiriman smartphone global sepanjang 2026 dapat turun hingga 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Negara-negara berkembang menjadi wilayah yang paling merasakan dampak kenaikan harga. Konsumen di pasar tersebut dinilai lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk perangkat elektronik karena perubahan harga dapat langsung memengaruhi keputusan pembelian.

Di tengah melemahnya penjualan smartphone baru, pasar perangkat bekas justru mencatat perkembangan positif. Penjualan smartphone bekas tumbuh sekitar 3 persen secara tahunan dan diperkirakan mampu mencatat pertumbuhan hingga 9 persen sepanjang 2026.

Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran perilaku konsumen. Ketika harga perangkat baru semakin tinggi, sebagian masyarakat memilih membeli smartphone bekas berkualitas maupun perangkat yang telah diperbarui atau refurbished sebagai alternatif yang lebih ekonomis.

Salah satu faktor utama yang memicu kenaikan harga smartphone adalah meningkatnya biaya memori. Kelangkaan pasokan komponen tersebut membuat produsen harus menghadapi tekanan biaya yang kemudian turut tercermin pada harga jual perangkat.

Pada kuartal II 2026 saja, harga rata-rata smartphone baru tercatat meningkat 13 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Kenaikan dalam waktu relatif singkat tersebut membuat konsumen semakin mempertimbangkan kembali keputusan untuk mengganti perangkat.

FDM memperkirakan tren kenaikan harga smartphone baru masih berlanjut hingga paruh kedua 2026. Jika kondisi tersebut terjadi, permintaan terhadap perangkat baru berpotensi semakin melemah, khususnya di negara-negara dengan tingkat sensitivitas harga yang tinggi.

Menariknya, tekanan kini mulai merambat ke pasar smartphone bekas. Meningkatnya minat terhadap perangkat refurbished tidak sepenuhnya dapat diimbangi oleh ketersediaan barang.

Permintaan yang terus bertambah sementara pasokan perangkat bekas terbatas berpotensi membuat harga smartphone refurbished ikut mengalami kenaikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan pasar smartphone tidak hanya berdampak pada produk baru, tetapi mulai memengaruhi seluruh rantai perdagangan perangkat.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play