SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah HAKLI Mempawah Tebar Eco-Enzim di Desa Pasir, Bantu Warga Jaga Kualitas Air Sungai

HAKLI Mempawah Tebar Eco-Enzim di Desa Pasir, Bantu Warga Jaga Kualitas Air Sungai

Ketua HAKLI Kalbar Hajimi, foto bersama HAKLI Mempawah, Kota Pontianak, Kubu Raya dalam momen baksos penaburan Eco-enzim di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Sabtu (29/8/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Tim]

Mempawah (Suara Kalbar) – Upaya menjaga kualitas lingkungan dan sanitasi masyarakat terus dilakukan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Cabang Mempawah.

Kali ini, HAKLI Mempawah menggelar bakti sosial penaburan Eco-enzim untuk membantu menjaga kualitas air sungai dan lingkungan di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di depan Masjid Al-Amin tersebut turut melibatkan HAKLI Provinsi Kalimantan Barat, HAKLI Kota Pontianak dan HAKLI Kabupaten Kubu Raya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai Eco-enzim yang disampaikan Ketua HAKLI Mempawah, Aula.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan Eco-enzim merupakan cairan zat organik kompleks serbaguna yang dihasilkan melalui proses fermentasi limbah organik berupa sayuran dan buah-buahan dengan campuran gula merah atau molase serta air.

Menurut Aula, Eco-enzim pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand.

Konsepnya mendorong pemanfaatan limbah organik yang selama ini kerap berakhir di tempat sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

“Eco-enzim dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti karbol dan pembersih alami, sabun cair, penjernih udara, pembersih peralatan rumah tangga hingga hand sanitizer,” jelas Aula.

Ia menambahkan, Eco-enzim juga memiliki berbagai manfaat yang selama ini dikembangkan dalam pemanfaatannya, termasuk untuk membantu melawan mikroorganisme tertentu. Namun, penggunaannya untuk tujuan medis tetap perlu memperhatikan keamanan dan tidak menggantikan pengobatan medis.

Salah satu keunggulan Eco-enzim, lanjut Aula, adalah proses pembuatannya yang relatif sederhana dan tidak membutuhkan lahan luas seperti pengomposan.

Bahkan, masyarakat dapat memanfaatkan kembali botol bekas air mineral maupun wadah bekas produk lainnya sebagai tempat fermentasi. Pemanfaatan tersebut sekaligus mendukung konsep reuse dalam upaya mengurangi limbah dan menyelamatkan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, HAKLI ingin mengedukasi masyarakat agar limbah organik rumah tangga tidak hanya dipandang sebagai sampah, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” katanya.

Baksos tersebut menjadi bagian dari gerakan pengabdian masyarakat HAKLI dalam mendorong peningkatan sanitasi dan kesehatan lingkungan. Edukasi pengolahan limbah organik diharapkan dapat diterapkan masyarakat mulai dari lingkungan rumah tangga.

Ketua HAKLI Provinsi Kalimantan Barat, Hajimi, mengapresiasi inovasi HAKLI Kabupaten Mempawah yang menggelar kegiatan tersebut.

Ia menilai pemanfaatan Eco-enzim menjadi salah satu upaya yang dapat dikembangkan dalam menjaga lingkungan, khususnya melalui pengelolaan limbah organik dan edukasi sanitasi masyarakat.

“Manfaat Eco-enzim sangat banyak. Salah satunya dapat membantu menormalisasi kondisi air di lingkungan sekitar karena dapat mengikat polutan,” ujar Hajimi.

Hajimi berharap kegiatan serupa tidak berhenti di Desa Pasir, tetapi dapat dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas sehingga semakin banyak masyarakat memahami cara memproduksi dan memanfaatkan Eco-enzim secara tepat.

“Ke depan kegiatan ini harus terus dikembangkan dengan jangkauan yang lebih besar agar semakin banyak masyarakat yang dapat memproduksi sendiri Eco-enzim untuk keperluan rumah tangga,” katanya.

Usai penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penyehatan lingkungan melalui penaburan Eco-enzim ke parit di depan Masjid Al-Amin Desa Pasir.

Aksi tersebut menjadi simbol ajakan bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan air, pengelolaan sampah organik dan sanitasi lingkungan permukiman.

“Bersama HAKLI kita sehatkan lingkungan dengan Eco-enzim,” tegasnya.

Kegiatan turut dihadiri Pemerintah Desa Pasir, tokoh masyarakat, warga Desa Pasir, jajaran pengurus HAKLI Kalbar, HAKLI Kota Pontianak, HAKLI Kubu Raya serta jajaran HAKLI Mempawah selaku tuan rumah.

Penulis: Distra

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play