SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah 58 Anak Mempawah Berangkat ke Sekolah Rakyat, Bawa Harapan Mengubah Masa Depan Keluarga

58 Anak Mempawah Berangkat ke Sekolah Rakyat, Bawa Harapan Mengubah Masa Depan Keluarga

Kepala Dinas SPPPAPMPD Mempawah Rahmanudin Wiyono foto bersama pendamping PKH dan 58 anak yang diberangkatkan ke SRT 3 Provinsi Kalimantan Barat di Kota Singkawang, Sabtu (29/8/2026). [SUARAKALBAR.CO.ID/Diskominfo Mpw]

Mempawah (Suara Kalbar) – Sebanyak 58 anak asal Kabupaten Mempawah resmi memulai langkah baru dalam perjalanan pendidikannya.

Mereka dilepas menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Kalimantan Barat di Kota Singkawang, Sabtu (29/8/2026).

Pelepasan berlangsung di Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah. Suasana keberangkatan puluhan siswa tersebut terasa berbeda dari sekadar seremoni pelepasan.

Ada harapan besar yang ikut dibawa bersama keberangkatan mereka—harapan untuk meraih pendidikan yang lebih baik sekaligus membuka peluang masa depan bagi keluarga.

Ke-58 siswa itu terdiri atas 8 siswa jenjang SD, 31 siswa SMP dan 19 siswa SMA.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dinsos PPPAPMPD) Kabupaten Mempawah, Rahmanudin Wiyono, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh para siswa tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kami lepas secara resmi 58 siswa asal Kabupaten Mempawah untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat Provinsi Kalimantan Barat di Kota Singkawang,” ujarnya.

Menurut Rahmanudin, keberangkatan tersebut bukan hanya tentang anak-anak meninggalkan rumah untuk bersekolah di tempat baru. Lebih jauh, kesempatan itu merupakan salah satu ikhtiar untuk mendorong perubahan taraf kehidupan mereka dan keluarganya.

Ia bahkan meyakini, dari puluhan siswa tersebut bukan tidak mungkin akan lahir generasi yang kelak mengambil peran penting dalam pembangunan Kabupaten Mempawah.

“Kami yakin dan percaya, mereka nanti dapat meningkatkan taraf hidup dan derajat keluarganya. Bisa jadi anak-anak inilah yang kelak menjadi pemimpin daerah, bahkan menjadi pejabat,” katanya.

Karena itu, para siswa diminta tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, mengikuti pembelajaran secara sungguh-sungguh dan menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.

Rahmanudin juga menitipkan pesan kepada para orang tua agar terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka.

Menurutnya, rasa rindu terhadap keluarga merupakan hal yang wajar, terlebih bagi anak-anak yang untuk pertama kalinya harus menjalani pendidikan jauh dari rumah. Namun, rasa khawatir orang tua jangan sampai justru membuat semangat anak menurun.

“Jangan sampai rasa khawatir dan rindu orang tua justru melemahkan semangat anak. Kalau menjenguk, berikan motivasi. Sampaikan bahwa mereka harus tetap semangat mengikuti pendidikan sampai selesai,” pesannya.

Selama mengikuti pendidikan, kebutuhan para siswa telah difasilitasi pemerintah, termasuk makan dan minum serta kebutuhan pendukung lainnya.

Pemerintah Kabupaten Mempawah juga memastikan proses keberangkatan berlangsung dengan baik. Atas arahan Bupati Mempawah, para siswa difasilitasi mulai dari kendaraan, pengawalan hingga konsumsi selama perjalanan.

“Tidak ada satu pun dari anak-anak kita yang berangkat sendiri. Semuanya difasilitasi oleh pemerintah daerah. Ini merupakan arahan Ibu Bupati,” jelas Rahmanudin.

Ia menegaskan, perhatian tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap masa depan generasi muda Mempawah.

Bagi Rahmanudin, pendidikan merupakan jalan penting untuk membuka kesempatan hidup yang lebih baik. Karena itu, 58 siswa tersebut diharapkan menjadikan Sekolah Rakyat sebagai pijakan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita.

“Kami berharap anak-anak tetap semangat mengikuti pelajaran di Sekolah Rakyat sampai selesai. Untuk orang tua, terus dukung dan doakan anak-anaknya agar betah dan mampu mengikuti pendidikan sampai selesai,” katanya.

Ia optimistis pendidikan yang dijalani para siswa akan memberikan dampak jangka panjang, bukan hanya bagi anak-anak tersebut tetapi juga bagi keluarganya.

“Kalau sudah mendapatkan pendidikan, Insya Allah masa depannya akan cerah. Ini merupakan ikhtiar awal anak-anak untuk meningkatkan derajat keluarganya dan ke depan bisa ikut meningkatkan kesejahteraan daerah,” pungkasnya.

Penulis: Prianta

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play