Ria Norsan: Kehadiran Industri di Pulau Penebang Hadirkan Manfaat Bagi Warga
Jakarta (Suara Kalbar) – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyatakan pengembangan Kawasan Industri Pulau Penebang di Kabupaten Kayong Utara telah membawa dampak positif yang dirasakan masyarakat setempat. Hal itu disampaikannya dalam Forum Tanggung Jawab Sosial dan Bina Lingkungan (TSLB) atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Forum TSBLP/CSR merupakan wadah koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dengan dunia usaha dalam menyelaraskan program-program tanggung jawab sosial perusahaan agar sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Sinkronisasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program CSR sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung pencapaian sasaran pembangunan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2027.
Ria Noorsan menyebut PT Dharma Inti Bersama (DIB) di Pulau Penebang sebagai bagian dari dunia usaha yang tidak hanya memperkuat investasi di Kalimantan Barat, tetapi juga membuka peluang kerja dan menggerakkan perekonomian lokal.
“PT DIB dan kegiatan usahanya di Pulau Penebang banyak memberikan dampak langsung bagi masyarakat seperti penyerapan tenaga kerja dan beberapa dampak ekonomi lainnya,” ujar Norsan.
Ia menambahkan, sejumlah program perusahaan juga telah dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Pelapis. “Di Desa Pelapis, tadinya listrik menjadi beban masyarakat, sekarang dibantu oleh perusahaan, demikian juga dengan bantuan beras untuk masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Norsan menyampaikan bahwa perekonomian Kalimantan Barat tumbuh 5,39 persen pada 2025, meningkat dari 4,90 persen pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu ditopang oleh naiknya investasi di sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Seiring dengan itu, angka kemiskinan di Kalimantan Barat turun menjadi 6,16 persen per Maret 2025.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjut Norsan, berharap dunia usaha terus memperkuat kolaborasi melalui program tanggung jawab sosial yang mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada acara yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kalbar Linda Purnama menyebut komitmen CSR yang terkumpul dalam Forum TSLB telah mencapai Rp17,9 miliar dan diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya partisipasi perusahaan di Kalimantan Barat.
Penulis: Siaran Pers
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






