Polisi dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jembatan Laur di Melawi, Demi Keselamatan Pengguna Jalan
Melawi (Suara Kalbar)– Pagi itu, sinar matahari mulai menerobos rimbunnya pepohonan yang menaungi Jembatan Laur di Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan. Deru kendaraan sesekali melintas perlahan, sementara suara palu yang menghantam papan kayu berpadu dengan canda ringan warga yang bekerja bersama.
Tak ada seremoni. Tak ada panggung. Yang terlihat hanyalah semangat gotong royong.
Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, personel Polsek Nanga Pinoh bersama Pemerintah Kecamatan Pinoh Selatan, Pemerintah Desa Manggala, serta masyarakat turun langsung memperbaiki sejumlah bagian Jembatan Laur yang mengalami kerusakan pada lantainya.
Papan-papan kayu yang telah lapuk diganti satu per satu. Lubang-lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan segera ditutup. Paku-paku yang mencuat dicabut agar tidak melukai ban kendaraan maupun pejalan kaki. Setiap sisi lantai jembatan dirapikan demi memastikan masyarakat dapat melintas dengan lebih aman.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pinoh Selatan H. Siswanto, S.Pd., M.A.P. beserta jajaran, Kepala Desa Manggala Lazarus dan perangkat desa, Kasubsektor Pinoh Selatan Aiptu Taufik, Bhabinkamtibmas Desa Manggala Bripda Oktavianus Realdy, tokoh masyarakat, serta warga Desa Manggala.
Kapolsek Nanga Pinoh, Iptu Jamidi, mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian Polri bersama pemerintah dan masyarakat terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Jembatan Laur merupakan akses penting bagi masyarakat. Karena itu, ketika ditemukan adanya kerusakan, kami bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga berinisiatif melakukan perbaikan secara gotong royong agar masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman,” ujar Iptu Jamidi.
Ia menegaskan, kehadiran Polri bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Sinergi seperti ini menjadi kekuatan dalam menjaga keamanan, kelancaran arus lalu lintas, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Semoga semangat kebersamaan ini terus terpelihara,” tambahnya.
Perbaikan dilakukan secara manual dengan mengganti papan yang rusak, menutup lantai jembatan yang berlubang, mencabut paku-paku yang menonjol, serta merapikan seluruh permukaan jembatan agar lebih aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Di balik suara palu dan keringat yang menetes, tersimpan pesan sederhana bahwa menjaga fasilitas umum bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, melainkan tanggung jawab bersama.
Jembatan Laur hari itu bukan sekadar diperbaiki. Ia menjadi saksi bahwa kebersamaan masih hidup di Desa Manggala—saat polisi, pemerintah, dan masyarakat berdiri di sisi yang sama, bekerja tanpa memandang jabatan demi keselamatan sesama.
Penulis : Dea Kusumah Wardhana






