Peringatan Hari Anak Nasional, Wagub Kalbar Krisantus: Setiap Anak Punya Potensi dan Berhak Meraih Masa Depan
Kubu Raya (Suara Kalbar) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang dan berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam meraih masa depan yang lebih baik. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (23/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Krisantus mengajak anak-anak binaan untuk tidak menjadikan masa lalu sebagai penghalang dalam membangun masa depan. Menurutnya, setiap anak memiliki peluang untuk memperbaiki diri, mengembangkan kemampuan, dan kembali menjadi bagian dari masyarakat dengan karakter yang lebih baik.
“Peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan wujud komitmen negara untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh haknya untuk hidup, tumbuh, berkembang, mendapatkan perlindungan, serta memperoleh kesempatan yang setara dalam meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Krisantus.
Ia menekankan bahwa proses pembinaan di LPKA harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk belajar, meningkatkan pengetahuan, serta membentuk karakter. Krisantus berharap anak-anak binaan dapat keluar dari lembaga pembinaan dengan semangat baru untuk menjadi pribadi yang berbakti kepada orang tua, agama, bangsa, dan negara.
“Saya meyakini bahwa setiap anak memiliki potensi yang luar biasa. Setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri, mengembangkan kemampuan, serta menata kembali masa depannya. Kesalahan yang pernah terjadi tidak boleh menjadi akhir dari perjalanan hidup,” katanya.
Wakil Gubernur juga mengingatkan agar anak-anak binaan tidak kehilangan harapan. Menurutnya, masa lalu memang tidak dapat diubah, tetapi masa depan masih bisa dibentuk melalui kemauan untuk bangkit, belajar, dan bekerja keras.
Ia mendorong para anak binaan untuk memanfaatkan seluruh kesempatan yang diberikan selama menjalani pembinaan, termasuk mengikuti pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pembinaan karakter.
“Manfaatkan setiap kesempatan yang diberikan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, disiplin, pelihara semangat, dan teruslah mengembangkan kemampuan diri. Jadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran yang menguatkan langkah kalian untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Percayalah, tidak ada keberhasilan yang diraih tanpa usaha dan tidak ada perubahan tanpa kemauan untuk bangkit,” pesannya.
Krisantus menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen mendukung berbagai program yang memberikan kesempatan kepada anak-anak, termasuk anak binaan, untuk mengembangkan potensi, berkarya, serta mewujudkan cita-cita mereka.
Menurutnya, pembinaan di LPKA tidak hanya berorientasi pada menjalani masa hukuman, tetapi juga menjadi proses pemulihan kepercayaan diri, pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai kehidupan, hingga pengembangan keterampilan agar anak-anak siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih dewasa, mandiri, dan bertanggung jawab.
“Pembinaan bukan sekadar menjalani masa pembinaan, melainkan proses memulihkan kepercayaan, membentuk diri dan karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, mengembangkan keterampilan, sekaligus mempersiapkan anak-anak agar kelak mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih dewasa, mandiri, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di LPKA Kelas II Sungai Raya juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, antara lain peluncuran karya anak binaan, pemberian remisi, penyerahan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), penyerahan sertifikat keterampilan, pemberian penghargaan kepada para mitra, serta penandatanganan kerja sama lintas sektor.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pembinaan, keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan pembinaan anak. Sinergi tersebut diharapkan mampu membuka ruang bagi setiap anak untuk menemukan kembali kepercayaan diri, mengembangkan potensi, dan menyongsong masa depan yang lebih cerah.
Menutup sambutannya, Krisantus kembali mengingatkan agar anak-anak binaan tetap optimistis menghadapi kehidupan.
“Jangan pernah merasa masa depan kalian telah berakhir. Masa lalu memang tidak dapat diubah, tetapi masa depan masih bisa kalian tentukan mulai hari ini,” pungkasnya.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






