Jangan Asal Minum Kopi, Dokter Ungkap Waktu Terbaik demi Jaga Kesehatan Jantung
Suara Kalbar – Waktu mengonsumsi kopi ternyata berpengaruh terhadap kesehatan, terutama bagi jantung dan kualitas tidur. Karena itu, dokter spesialis jantung, dr. Rony Marethianto Santoso, menyarankan masyarakat membatasi konsumsi kopi hingga sebelum pukul 14.00 WIB.
Menurut dr. Rony, anjuran tersebut didasarkan pada hasil sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi pada pagi hingga awal siang dapat membantu meminimalkan efek samping kafein terhadap tubuh.
Ia menjelaskan, kebiasaan tersebut sejatinya telah lama diterapkan oleh generasi terdahulu yang umumnya menikmati secangkir kopi saat sarapan atau setelah makan siang.
“Karena kafein dalam kopi itu mengandung simpatomimetik yang meningkatkan efek saraf simpatik, sehingga (jantung) lebih berdebar-debar,” ujar dr. Rony, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, menghindari minum kopi pada sore atau malam hari dapat membantu menurunkan risiko gangguan irama jantung sekaligus menjaga kualitas tidur. Hal itu disebabkan efek kafein yang mampu merangsang sistem saraf simpatik sehingga jantung berdetak lebih cepat dan tubuh menjadi lebih sulit beristirahat.
Selain memperhatikan waktu konsumsi, dr. Rony juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi kafein secara berlebihan. Ia menyebut asupan kafein yang masih tergolong aman berada di bawah 50 miligram per hari atau setara sekitar satu hingga dua cangkir kopi, bergantung pada jenis biji kopi dan metode penyeduhannya.
Meski demikian, dr. Rony menilai persoalan utama bukan hanya jumlah kopi yang diminum. Menurutnya, bahan tambahan seperti gula, krimer, atau pemanis buatan yang sering dicampurkan ke dalam kopi justru dapat memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Sementara itu, mengutip Health, waktu yang dianggap paling ideal untuk menikmati kopi adalah antara pukul 09.30 hingga 11.30 pagi. Pada rentang waktu tersebut, kadar hormon kortisol yang berfungsi menjaga kewaspadaan mulai menurun setelah mencapai puncaknya sesaat setelah seseorang bangun tidur.
Ketika kadar kortisol mulai berkurang, secangkir kopi dinilai dapat membantu meningkatkan fokus, konsentrasi, dan energi tanpa mengganggu ritme alami tubuh.
Meski demikian, respons setiap orang terhadap kafein dapat berbeda-beda. Karena itu, masyarakat disarankan menyesuaikan konsumsi kopi dengan kondisi kesehatan masing-masing, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan jantung, hipertensi, atau insomnia.
Sumber: Beritasatu.com






