SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Kalbar Gubernur Kalbar Ria Norsan Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Daerah pada Raker APPSI di Lombok

Gubernur Kalbar Ria Norsan Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Daerah pada Raker APPSI di Lombok

Gubernur Kalbar Ria Norsan hadiri Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang berlangsung di Aruna Senggigi Hotel, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/7/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/ist

Lombok (Suara Kalbar) – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk terus memperkuat sinergi antardaerah sebagai langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional. Penegasan tersebut disampaikannya di sela-sela Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang berlangsung di Aruna Senggigi Hotel, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/7/2026).

Menurut Ria Norsan, APPSI menjadi forum yang memiliki peran penting dalam menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Melalui koordinasi yang intensif antargubernur, berbagai persoalan lintas wilayah dapat dibahas bersama untuk menghasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan.

“APPSI menjadi wadah yang sangat strategis bagi kita semua untuk berbagi pengalaman, menyamakan persepsi, dan merumuskan langkah-langkah konkret dalam mempercepat pembangunan di daerah masing-masing,” ujar Ria Norsan.

Ia menilai, kolaborasi antardaerah tidak hanya memperkuat koordinasi pemerintahan, tetapi juga membuka peluang bagi setiap provinsi untuk saling belajar dalam mengelola potensi daerah, meningkatkan pelayanan publik, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Ria Norsan menegaskan pentingnya inovasi daerah dalam mengoptimalkan sumber daya lokal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui forum APPSI, setiap provinsi diharapkan mampu memperkuat posisi tawar daerah dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat di tingkat nasional.

“Tentu kita juga melakukan koordinasi, diskusi, serta pertukaran informasi dengan rekan-rekan dari provinsi lain untuk membahas tata kelola pemerintahan daerah, percepatan pembangunan, maupun berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menilai APPSI menjadi ruang yang sangat penting bagi para kepala daerah untuk berbagi pengalaman sekaligus mencari inspirasi dalam menghadapi dinamika pemerintahan yang semakin kompleks.

“Suasana kebatinannya memang tidak mudah, gempurannya datang dari seluruh penjuru angin,” ujar Bima.
Ia menjelaskan bahwa kepala daerah saat ini menghadapi beragam tantangan, mulai dari penyesuaian transfer ke daerah, realisasi janji politik, hingga tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik.

Karena itu, Bima mendorong agar para kepala daerah memperkuat komunikasi dan memperbanyak ruang diskusi.
“Harus sering sharing session. Kebersamaan dan ruang interaksi antarkepala daerah penting. Pertemuan seperti APPSI ini dapat mendorong para kepala daerah saling memberikan inspirasi dan menjadi ruang kontemplasi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum APPSI, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa organisasi tersebut merupakan wadah strategis bagi seluruh gubernur untuk membangun kolaborasi, bertukar praktik terbaik (best practices), serta merumuskan solusi atas berbagai persoalan pembangunan daerah.

“APPSI bukan sekadar forum diskusi, tetapi rumah besar bagi seluruh gubernur untuk saling menguatkan. Melalui koordinasi yang intensif, kita ingin memperkuat posisi tawar daerah sekaligus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah,” katanya.

Rudy menjelaskan, rapat kerja APPSI tahun ini memfokuskan pembahasan pada dua agenda strategis, yakni reformulasi kebijakan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis segmentasi dan rantai pasok (supply chain) untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta optimalisasi pendapatan daerah melalui penguatan potensi pajak air permukaan guna meningkatkan kapasitas fiskal pemerintah daerah.

“Saya mendorong seluruh kepala daerah untuk tetap kreatif dan inovatif dalam menggali sumber-sumber pendapatan daerah tanpa mengabaikan prinsip tata kelola yang baik dan transparan,” tegasnya.

Rapat kerja APPSI yang dihadiri para gubernur, wakil gubernur, serta sekretaris daerah dari berbagai provinsi di Indonesia itu diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan mampu mempercepat pemerataan pembangunan nasional. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi, APPSI optimistis pemerintah provinsi dapat terus menjadi motor penggerak pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Tim Liputan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play