SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Bajaj Pilih Pasar Ekspor Jadi Target Awal Motor Listrik Terbarunya

Bajaj Pilih Pasar Ekspor Jadi Target Awal Motor Listrik Terbarunya

Bajaj pilih pasar ekspor, khususnya Amerika Latin, sebagai target awal peluncuran motor listrik barunya sebelum dipasarkan di India. (Rideapart/DOK)

Suara Kalbar – Bajaj Auto mengambil langkah berbeda dalam mengembangkan bisnis kendaraan listrik. Pabrikan roda dua asal India itu memilih pasar ekspor sebagai target awal peluncuran motor listrik terbarunya, alih-alih langsung memasarkannya di India.

Strategi tersebut menjadi babak baru bagi Bajaj setelah sukses memperluas pengaruhnya di industri sepeda motor global, termasuk menjadi pemegang kendali utama merek asal Austria, KTM. Dengan fondasi bisnis yang dinilai kuat, perusahaan kini mulai mempersiapkan ekspansi di segmen kendaraan listrik.

Motor Listrik Bajaj Meluncur Mulai FY28

Kepastian mengenai proyek motor listrik tersebut disampaikan langsung oleh Chief Financial Officer (CFO) Bajaj Auto, Dinesh Thapar.

Dalam wawancaranya dengan ET Auto, Senin (27/7/2026), Thapar mengungkapkan bahwa Bajaj tengah mengembangkan sepeda motor listrik baru yang akan diluncurkan secara bertahap mulai tahun fiskal 2028 (FY28).

Berbeda dari strategi kebanyakan produsen otomotif, Bajaj tidak menjadikan India sebagai pasar perdana. Sebaliknya, perusahaan memilih memasarkan produk tersebut terlebih dahulu ke berbagai negara tujuan ekspor sebelum memasuki pasar domestik.

Amerika Latin Jadi Prioritas

Ketika banyak produsen otomotif dari India maupun China mengincar pasar Eropa dan Amerika Serikat, Bajaj justru mengambil arah berbeda.

“Namun, Bajaj memiliki strategi berbeda karena selama ini telah membangun basis pasar yang kuat di kawasan Amerika Latin, termasuk Kolombia,” tulis ET Auto.

Kawasan Amerika Latin dinilai memiliki potensi besar karena permintaan terhadap sepeda motor listrik untuk kebutuhan mobilitas harian terus meningkat.

Selain itu, Bajaj telah memiliki jaringan distribusi dan reputasi yang cukup kuat di wilayah tersebut sehingga peluang penerimaan pasar dinilai lebih menjanjikan dibandingkan harus bersaing langsung di Eropa atau Amerika Serikat.

Diperkirakan Gunakan Baterai Swappable

Motor listrik terbaru Bajaj diperkirakan akan mengadopsi teknologi swappable battery atau baterai yang dapat ditukar.

Teknologi tersebut dianggap lebih sesuai untuk kebutuhan pasar negara berkembang, terutama bagi kendaraan yang digunakan sebagai armada logistik maupun transportasi berbasis aplikasi.

Dengan sistem baterai yang dapat ditukar, waktu operasional kendaraan menjadi lebih efisien karena pengguna tidak perlu menunggu proses pengisian daya.

Regulasi India Jadi Pendorong

Meski memprioritaskan pasar ekspor, pengembangan motor listrik Bajaj juga dipengaruhi oleh perubahan kebijakan di India.

Pemerintah di sejumlah kota besar, seperti New Delhi, mulai memperketat aturan terhadap kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) dan secara bertahap mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya menekan emisi.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa permintaan kendaraan listrik di India diperkirakan akan meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Strategi Matangkan Produk Sebelum Dijual di India

Dengan menjadikan pasar ekspor sebagai langkah pertama, Bajaj berharap dapat mengumpulkan pengalaman, menyempurnakan teknologi, serta memperoleh masukan langsung dari konsumen internasional.

Strategi ini diyakini akan membuat motor listrik terbaru Bajaj lebih matang ketika akhirnya dipasarkan di India, yang diprediksi akan menjadi salah satu pasar kendaraan listrik roda dua terbesar di dunia.

Melalui pendekatan tersebut, Bajaj tidak hanya memperluas pasar globalnya, tetapi juga mempersiapkan produk yang lebih kompetitif untuk menghadapi pertumbuhan industri kendaraan listrik di masa depan.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play