Program JKN Bantu Mumkin Jalani Cuci Darah Tanpa Khawatir Biaya
Pontianak (Suara Kalbar) – Menjalani pengobatan jangka panjang menjadi bagian dari kehidupan Mumkin (54), warga asal Sampit, Kalimantan Tengah, yang kini tinggal di Pontianak. Ia harus menjalani hemodialisis secara rutin untuk menjaga kondisi kesehatannya tetap stabil, sebuah proses yang membutuhkan ketekunan sekaligus dukungan yang tidak sedikit, terutama dari sisi pembiayaan.
Mumkin menuturkan bahwa dirinya harus menjalani tindakan hemodialisis sebanyak dua kali dalam seminggu. Rutinitas tersebut tidak dapat ditinggalkan karena sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuhnya. Dalam kondisi seperti ini, ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mendukung keberlangsungan pengobatannya.
“Setiap minggu saya harus cuci darah dua kali. Kalau tidak dijalani, kondisi tubuh bisa menurun. Alhamdulillah dengan BPJS Kesehatan, semua tindakan itu ditanggung, jadi saya bisa terus menjalani pengobatan,” ujar Mumkin saat ditemui, Senin (11/05).
Sebagai peserta JKN segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), atau biasa dikenal sebagai peserta mandiri, Mumkin secara rutin membayar iuran setiap bulan agar kepesertaannya tetap aktif. Ia menilai iuran yang dibayarkan tidak sebanding dengan manfaat yang diterima, mengingat tindakan hemodialisis merupakan pengobatan jangka panjang dengan biaya yang besar.
“Saya bayar iuran setiap bulan, tapi kalau dibandingkan dengan biaya cuci darah yang harus dilakukan terus-menerus, tentu sangat jauh. Dengan Program JKN, saya tidak perlu khawatir soal biaya pengobatan,” tuturnya.
Menurut Mumkin, kehadiran Program JKN tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga memberikan ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ia dapat lebih fokus menjaga kondisi kesehatannya tanpa dibebani kekhawatiran akan biaya pengobatan yang harus dikeluarkan secara terus-menerus.
“Kalau harus membayar sendiri, mungkin saya tidak sanggup. Dengan JKN, saya masih bisa menjalani pengobatan sampai sekarang,” katanya.
Selain menceritakan pengalamannya, Mumkin juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi pelajaran agar orang lain tidak mengabaikan pentingnya menjaga kondisi tubuh.
“Saya ingin mengingatkan anak-anak muda supaya menjaga kesehatan dari sekarang. Jangan sampai mengalami seperti saya, karena pengobatannya harus dijalani terus-menerus,” ujarnya.
Ia berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar manfaat Program JKN semakin luas dirasakan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan pengobatan rutin dalam jangka panjang. Bagi Mumkin, JKN bukan hanya membantu dari sisi biaya, tetapi juga menjadi penopang agar ia tetap dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik di tengah keterbatasan kondisi kesehatan.
“Harapan saya, BPJS Kesehatan ke depan semakin baik dan terus membantu masyarakat. Program ini sangat berarti bagi kami. Semoga JKN tetap ada dan bisa membantu lebih banyak orang seperti saya,” tutupnya.
Penulis: Lay/r
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






