SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Otomotif Hyundai dan Kia Kembangkan Teknologi Far-UVC, Kabin Mobil Bisa Bunuh Virus Saat Berkendara

Hyundai dan Kia Kembangkan Teknologi Far-UVC, Kabin Mobil Bisa Bunuh Virus Saat Berkendara

Hyundai dan Kia kembangkan teknologi sterilisasi kabin Plasma Care UVC yang aman bagi penumpang, mampu membasmi 99,9% bakteri dan virus. (Carscoops/DOK)

Suara Kalbar – Hyundai Motor Group terus mengembangkan inovasi di bidang kesehatan dan kenyamanan berkendara. Setelah sebelumnya menghadirkan kompartemen sterilisasi berbasis sinar ultraviolet (UV-C) pada sejumlah model seperti Santa Fe dan Palisade, kini perusahaan asal Korea Selatan itu memperkenalkan teknologi yang mampu mensterilkan udara di seluruh kabin kendaraan.

Teknologi terbaru tersebut memanfaatkan lampu Far-UVC yang dipasang pada bagian plafon atau headliner mobil. Berbeda dengan sistem sebelumnya yang hanya digunakan untuk mensterilkan benda-benda kecil, teknologi anyar ini dirancang untuk membasmi virus dan bakteri yang berada di udara kabin.

Hyundai dan Kia mengklaim sistem tersebut mampu bekerja hanya dalam hitungan menit sehingga dapat membantu menciptakan kualitas udara yang lebih bersih selama perjalanan.

Mengutip Carscoops, Jumat (26/6/2026), lampu Far-UVC bekerja menggunakan panjang gelombang antara 200 hingga 230 nanometer. Karakteristik ini membuatnya berbeda dengan sinar UV-C konvensional yang berpotensi membahayakan manusia apabila terkena paparan langsung.

Pada panjang gelombang tersebut, sinar Far-UVC hanya mampu menjangkau lapisan terluar kulit sehingga dinilai lebih aman bagi penumpang. Meski demikian, kemampuannya dalam merusak struktur DNA bakteri dan virus tetap sangat efektif.

Teknologi tersebut dikembangkan secara mandiri oleh Hyundai dan Kia dengan nama Plasma Care UVC. Sistem serupa sebenarnya telah lama dimanfaatkan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, namun penerapannya pada kendaraan memerlukan berbagai penyesuaian.

Tim insinyur harus memastikan lampu tetap dapat bekerja secara optimal meski kendaraan mengalami getaran, perubahan suhu ekstrem, hingga kondisi jalan yang dinamis. Selain itu, komponen juga dirancang ringkas agar hemat ruang dan efisien dalam konsumsi daya.

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, Plasma Care UVC mampu menonaktifkan hingga 96,8 persen virus yang berada di udara kabin dalam waktu 30 menit.

Teknologi ini juga menunjukkan efektivitas tinggi terhadap bakteri penyebab pneumonia dengan tingkat eliminasi mencapai 99,9 persen hanya dalam 30 detik, kemudian meningkat menjadi 100 persen setelah 60 detik paparan.

Dalam pengujian lainnya, sistem tersebut juga berhasil membasmi 99,9 persen bakteri Escherichia coli (E. coli) setelah 40 menit proses sterilisasi.

Tak hanya berfungsi membunuh mikroorganisme berbahaya, lampu Far-UVC juga diklaim mampu menguraikan senyawa penyebab bau tidak sedap di dalam kabin. Dengan begitu, udara di dalam kendaraan tidak hanya lebih higienis, tetapi juga terasa lebih segar.

Hyundai dan Kia menilai teknologi ini memiliki potensi besar untuk diterapkan pada lini Purpose-Built Vehicle (PBV) atau kendaraan yang dirancang untuk kebutuhan operasional tertentu.

Beberapa kendaraan yang diproyeksikan menjadi kandidat penerapan teknologi ini antara lain Kia PV5, bus sekolah, kendaraan angkutan umum, hingga truk logistik yang mengangkut buah dan sayuran agar kualitas muatannya tetap terjaga dari kontaminasi bakteri.

Senior Research Engineer Hyundai dan Kia, Han Joo Jang, menjelaskan bahwa Plasma Care UVC dirancang agar dapat dioperasikan secara aman meski terdapat penumpang di dalam kendaraan. Hal tersebut menjadi pembeda dibanding metode sterilisasi konvensional yang umumnya hanya dapat digunakan di ruang kosong.

Ke depan, Hyundai meyakini teknologi ini dapat menjadi bagian penting dari standar kendaraan masa depan, termasuk pada mobil listrik maupun kendaraan otonom yang semakin mengedepankan aspek kesehatan dan kualitas udara.

Meski demikian, Hyundai dan Kia masih belum mengumumkan jadwal pasti kapan Plasma Care UVC akan mulai diproduksi massal dan dipasang pada kendaraan komersial mereka. Kehadiran teknologi ini menunjukkan bahwa inovasi otomotif ke depan tak hanya berfokus pada performa dan fitur digital, tetapi juga pada terciptanya lingkungan berkendara yang lebih sehat bagi seluruh penumpang.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play