SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Teknologi Gelombang PHK Melanda Raksasa Teknologi, AI Jadi Pemicu Utama Restrukturisasi

Gelombang PHK Melanda Raksasa Teknologi, AI Jadi Pemicu Utama Restrukturisasi

Logo perusahaan Oracle Corp. (AP Photo/Paul Sakuma)

Suara Kalbar – Industri teknologi global sedang memasuki fase transformasi besar seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Di tengah persaingan membangun infrastruktur AI dan pusat data berskala besar, sejumlah perusahaan teknologi memilih memangkas tenaga kerja untuk mengalihkan anggaran ke investasi strategis baru.

Fenomena ini terjadi di berbagai perusahaan teknologi ternama dunia. Mulai dari Oracle, Google, Meta, Microsoft, Amazon, IBM, Dell, hingga Salesforce tercatat melakukan pengurangan jumlah karyawan sepanjang 2026.

Menariknya, sebagian besar perusahaan tersebut sebenarnya masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif. Namun, restrukturisasi organisasi serta percepatan adopsi AI menjadi alasan utama di balik kebijakan efisiensi tersebut.

Oracle Pangkas 21 Ribu Karyawan

Oracle menjadi salah satu perusahaan dengan jumlah PHK terbesar dalam setahun terakhir. Berdasarkan laporan tahunan terbaru, jumlah pegawai tetap Oracle turun dari sekitar 162 ribu orang pada Mei 2025 menjadi 141 ribu orang per 31 Mei 2026.

Dengan demikian, perusahaan perangkat lunak dan layanan cloud asal Amerika Serikat itu telah mengurangi sekitar 21 ribu posisi atau setara 13 persen dari total tenaga kerjanya secara global.

Dalam laporan tersebut, Oracle secara terbuka mengaitkan langkah efisiensi itu dengan implementasi teknologi AI yang semakin luas di berbagai lini operasional perusahaan.

“Pemanfaatan AI di seluruh operasi bisnis kami telah menyebabkan, dan kemungkinan akan terus menyebabkan, pengurangan jumlah tenaga kerja,” tulis Oracle dalam laporan tahunannya.

Gelombang pengurangan karyawan sebenarnya mulai terdeteksi sejak April 2026. Namun, skala sesungguhnya baru terungkap setelah perusahaan merilis laporan tahunan resmi.

Restrukturisasi besar itu juga menimbulkan biaya yang tidak sedikit. Oracle mengeluarkan sekitar US$ 1,8 miliar atau setara Rp29,3 triliun untuk pesangon dan biaya reorganisasi selama satu tahun terakhir.

Nilai tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar US$ 374 juta atau Rp6,1 triliun.

Fokus Beralih ke Infrastruktur AI

Di saat jumlah karyawan berkurang, Oracle justru memperbesar investasi untuk mendukung ekosistem AI global. Perusahaan saat ini aktif membangun pusat data yang akan digunakan oleh sejumlah perusahaan AI terbesar, termasuk OpenAI dan Meta.

Oracle bahkan dikabarkan menyiapkan investasi sedikitnya US$ 50 miliar atau sekitar Rp815 triliun untuk memperluas infrastruktur AI sepanjang tahun ini.

Langkah tersebut mencerminkan perubahan strategi yang kini juga dilakukan banyak perusahaan teknologi lainnya, yakni mengalihkan sumber daya dari tenaga kerja menuju pembangunan infrastruktur AI dan komputasi awan.

Daftar Perusahaan Teknologi yang Melakukan PHK Sepanjang 2026

1. Google

Google melakukan pengurangan tenaga kerja secara bertahap sepanjang 2026, terutama di divisi cloud dan keamanan siber. Meski tidak mengumumkan angka resmi, jumlah karyawan yang terdampak diperkirakan mencapai 1.500 hingga lebih dari 3.000 orang.

Langkah ini dilakukan di tengah pertumbuhan bisnis cloud yang mencapai 63 persen dan berhasil mencatat pendapatan lebih dari US$ 20 miliar untuk pertama kalinya.

2. Meta

Meta memangkas sekitar 8.000 karyawan atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya pada Mei 2026.

Bersamaan dengan itu, sekitar 7.000 pegawai dipindahkan ke unit baru yang berfokus pada pengembangan AI. CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi mempertahankan daya saing perusahaan dalam perlombaan teknologi AI.

3. Cisco

Cisco menghapus hampir 4.000 posisi atau sekitar 5 persen dari total tenaga kerjanya.

Meski mencatat kinerja keuangan yang kuat, perusahaan memilih mengalihkan sumber daya ke sektor yang dinilai lebih strategis seperti AI, keamanan siber, optik, dan pengembangan silikon.

4. Cloudflare

Cloudflare memangkas sekitar 1.100 karyawan atau sekitar 20 persen dari total pegawainya.

PHK tersebut dilakukan ketika perusahaan justru mencatat pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$ 639,8 juta.

5. General Motors

Produsen otomotif General Motors mengurangi sekitar 500 hingga 600 posisi, terutama di sektor teknologi informasi.

Meski demikian, perusahaan tetap membuka puluhan posisi baru yang berkaitan dengan AI, kendaraan otonom, dan teknologi balap.

6. Coinbase

Platform pertukaran aset kripto Coinbase mengurangi sekitar 700 karyawan atau 14 persen dari total tenaga kerja.

Perusahaan menyebut AI telah meningkatkan produktivitas sehingga berbagai pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

7. PayPal

PayPal berencana memangkas sekitar 20 persen tenaga kerjanya dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Strategi tersebut sejalan dengan rencana perusahaan mengintegrasikan AI ke berbagai fungsi bisnis, mulai dari layanan pelanggan hingga manajemen risiko.

8. Microsoft

Microsoft menjalankan program pemisahan sukarela bagi sejumlah karyawan sepanjang April hingga Mei 2026.

Perusahaan menegaskan fokus utama saat ini adalah membangun organisasi yang lebih ramping dan cepat beradaptasi dengan perkembangan AI.

9. Snap

Induk Snapchat ini mengurangi sekitar 1.000 karyawan atau 16 persen dari total pegawainya.

Selain melakukan PHK, Snap juga menutup ratusan lowongan pekerjaan yang belum terisi.

10. IBM

IBM diperkirakan telah menghapus antara 3.000 hingga 9.000 posisi sepanjang 2026.

Di sisi lain, perusahaan terus membuka peluang kerja baru untuk bidang AI dan hybrid cloud, meski sebagian fungsi administrasi kini telah digantikan oleh agen AI.

11. Dell Technologies

Dell mengurangi sekitar 11 ribu pekerjaan selama tahun fiskal 2026.

Perusahaan menyatakan fokus bisnis kini diarahkan pada pengembangan server yang dioptimalkan untuk kebutuhan AI, yang diperkirakan akan menjadi sumber pertumbuhan baru.

12. Block

Perusahaan milik Jack Dorsey ini memangkas sekitar 4.000 karyawan pada Februari 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk membangun organisasi yang lebih efisien dengan dukungan teknologi AI.

13. Salesforce

Salesforce memberhentikan kurang dari 1.000 pegawai di berbagai divisi.

Perusahaan menilai teknologi AI kini mampu menjalankan sebagian tugas yang sebelumnya membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia.

14. Amazon

Amazon menjadi salah satu perusahaan dengan PHK terbesar pada awal tahun ini setelah menghapus sekitar 16 ribu posisi korporat.

Jumlah tersebut menambah gelombang pengurangan tenaga kerja yang telah dilakukan perusahaan sejak akhir 2025.

CEO Amazon Andy Jassy sebelumnya telah memperingatkan bahwa AI generatif dan agen AI akan mengubah kebutuhan tenaga kerja di masa depan.

AI Ubah Lanskap Ketenagakerjaan Teknologi

Gelombang PHK yang terjadi sepanjang 2026 memperlihatkan perubahan besar dalam strategi bisnis perusahaan teknologi dunia.

Jika sebelumnya pertumbuhan perusahaan identik dengan penambahan jumlah karyawan, kini banyak perusahaan lebih memilih mengalokasikan anggaran ke pusat data, pengembangan model AI, komputasi awan, serta otomatisasi sistem.

Transformasi tersebut menunjukkan AI tidak hanya mengubah cara perusahaan beroperasi, tetapi juga mulai membentuk ulang kebutuhan tenaga kerja di industri teknologi global.

Sumber: Beritasatu.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play