Temu Kangen RSC-WSC: Merawat Silaturahmi, Menghidupkan Kembali Cerita Lama
Pontianak (Suara Kalbar) – Bukan sekadar pertemuan biasa, kegiatan temu kangen keluarga besar RSC-WSC yang berlangsung pada 23 Mei 2026 menjadi momen penuh makna untuk kembali mengenang perjalanan kebersamaan yang pernah tumbuh bersama.
Dalam suasana hangat dan sederhana, para anggota kembali dipertemukan setelah sekian lama menjalani kesibukan dan perjalanan masing-masing. Kegiatan ini menjadi ruang untuk saling menyapa, berbagi kabar, mengenang cerita lama, sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota komunitas.
Setiap tawa yang tercipta, percakapan yang mengalir, hingga kenangan lama yang kembali diingat menjadi pengingat bahwa kebersamaan dalam komunitas RSC-WSC pernah tumbuh begitu dekat dan nyata. Temu kangen ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul kembali, tetapi juga wujud nyata rasa kekeluargaan yang tetap terjaga meskipun waktu terus berjalan.
Dalam suasana penuh keakraban, para peserta tampak antusias bertukar cerita dan menciptakan kenangan baru bersama. Tidak sedikit candaan lama kembali terulang dan menghadirkan rasa haru karena akhirnya dapat bertemu kembali setelah sekian lama berpisah.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenang kembali semangat awal gerakan Waspada Scammer Cinta (WSC) dan Relawan Siaga Cerdas – Waspada Scammer Cinta (RSC-WSC) sebagai komunitas yang hadir memberikan edukasi, pendampingan, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kejahatan digital, khususnya penipuan berkedok cinta atau love scam.
Dalam perjalanan gerakan ini, sosok Bunda Feydown dikenal sebagai salah satu penggerak awal edukasi anti-love scam melalui WSC. Warga Negara Indonesia yang menetap di Australia tersebut aktif memberikan edukasi kepada masyarakat sejak sekitar tahun 2012 terkait bahaya akun palsu, modus rayuan asmara daring, pemerasan, hingga berbagai bentuk kejahatan digital yang menyasar korban melalui media sosial.
Hingga tahun 2026, Bunda Fey telah kurang lebih 14 tahun aktif melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar lebih cerdas dan waspada terhadap praktik scammer cinta.
Selain itu, Bu Diah Agung Esfandari, M.Si., yang juga dikenal sebagai Ketua Komunitas RSC-WSC sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Universitas Telkom, turut berperan penting dalam memperkuat literasi digital, edukasi publik, pendampingan korban, hingga pengembangan gerakan sosial untuk melindungi masyarakat dari berbagai modus penipuan daring.
Bunda Fey dan Bu Diah menjadi dua sosok penting dalam perjalanan RSC-WSC. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun komunitas edukasi anti-love scam tersebut. Bunda Fey dikenal sebagai penggerak awal edukasi WSC dari luar negeri, sementara Bu Diah memperkuat struktur komunitas, edukasi, serta pendampingan masyarakat di Indonesia.
Melalui peran keduanya, RSC-WSC terus hadir sebagai ruang edukasi, kewaspadaan, dan dukungan bagi masyarakat agar lebih aman dalam berinteraksi di ruang digital.
“Kebersamaan sederhana seperti inilah yang kembali menghidupkan rasa kekeluargaan dan mempererat hubungan yang telah lama terjalin,” ujar salah satu anggota komunitas dalam kegiatan tersebut.
Keluarga besar RSC-WSC juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bunda Fey, Bu Diah, serta seluruh anggota dan rekan-rekan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan meramaikan kegiatan temu kangen tersebut.
Kehadiran seluruh pihak dinilai menjadi bagian penting yang membuat acara berlangsung hangat, penuh cerita, dan meninggalkan banyak kesan mendalam bagi seluruh peserta.
RSC-WSC berharap silaturahmi yang telah terjalin dapat terus terjaga dengan baik, serta semangat edukasi dan kepedulian kepada masyarakat terkait bahaya kejahatan digital dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Penulis: Tim Liputan
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





