SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Lifestyle Mengapa Uranium Jadi Isu Utama Konflik Iran dan Amerika Serikat?

Mengapa Uranium Jadi Isu Utama Konflik Iran dan Amerika Serikat?

Ilustrasi uranium. (Beritasatu.com/AI)

Suara Kalbar – Uranium menjadi salah satu isu paling sensitif dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Di tengah memanasnya hubungan kedua negara, Teheran disebut sepakat mengurangi dan memindahkan uranium yang telah diperkaya ke negara ketiga.

Langkah itu disebut sebagai tanggapan atas proposal Washington untuk mengakhiri perang. Sumber yang mengetahui persoalan tersebut menyebut Iran menyetujui langkah itu dengan sejumlah syarat ketat.

Teheran meminta jaminan agar uranium yang dipindahkan dapat dikembalikan apabila pembicaraan gagal. Selain itu, Iran juga menolak pembongkaran fasilitas nuklir.

Sementara itu, sumber di Iran hanya menyampaikan pemerintah telah memberikan tanggapan atas proposal Amerika Serikat. Namun, mereka tidak menjelaskan rincian lebih lanjut.

Persoalan nuklir Iran sebenarnya sudah menjadi isu serius bahkan sebelum perang pada 28 Februari 2026 dimulai. Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump ingin menghancurkan program nuklir Iran.

Pada sisi lain, Teheran meminta Washington menghormati hak mereka untuk memperkaya uranium. Di balik ketegangan tersebut, uranium memang menjadi bahan utama yang sangat penting dalam pengembangan energi nuklir maupun senjata nuklir.

Namun, dari mana sebenarnya uranium berasal dan berapa lama prosesnya hingga dapat digunakan untuk kepentingan nuklir?

Berasal dari Mana Uranium?

Melansir laporan Council Foreign Relations, uranium berasal dari kerak bumi. Bahan ini ditemukan dalam bentuk bijih uranium yang kemudian ditambang sebelum diproses lebih lanjut.

Setelah diambil dari bumi, uranium diubah menjadi gas agar dapat melalui tahapan pengayaan untuk keperluan nuklir, baik untuk tujuan damai maupun penggunaan destruktif. Uranium sebenarnya ditemukan di berbagai wilayah dunia. Meski demikian, sebagian besar kandungannya berada dalam jumlah sangat kecil.

Pasokan uranium dunia yang diketahui sebagian besar berasal dari lima negara utama, yakni Australia, Kanada, Kazakhstan, Namibia, dan Rusia. Kelima negara tersebut menyumbang sekitar dua pertiga pasokan uranium global.

Di alam, uranium terdiri dari campuran dua isotop, yaitu uranium-235 (U-235) dan uranium-238 (U-238). Dari keduanya, U-235 memiliki peran paling penting karena isotop ini mudah mengalami fisi, berbeda dengan U-238.

Namun, U-235 sangat langka. Jumlahnya bahkan kurang dari 1% dari total uranium alami yang ada di dunia.

Karena itulah, negara yang ingin mengembangkan program nuklir harus meningkatkan kadar U-235 melalui proses pengayaan uranium. Tahapan ini menjadi langkah utama sebelum uranium dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir maupun pengembangan senjata nuklir.

Bagaimana Proses Pengayaan Uranium?

Salah satu metode pengayaan uranium yang paling umum digunakan adalah sentrifugasi gas.

Dalam proses ini, uranium terlebih dahulu diubah menjadi bentuk gas. Setelah itu, gas uranium dimasukkan ke mesin sentrifugasi yang berputar sangat cepat.

Putaran berkecepatan tinggi tersebut bertujuan memisahkan uranium-238 yang sedikit lebih berat dari uranium-235.

Melalui proses itu, kadar U-235 dalam uranium dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan. Tingkat pengayaan uranium sendiri terbagi ke dalam dua kategori utama.

Kategori pertama adalah uranium yang diperkaya rendah atau low enriched uranium (LEU). Jenis ini memiliki kandungan U-235 kurang dari 20%.

LEU umumnya digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir maupun reaktor non-pembangkit listrik. Reaktor tersebut biasanya dipakai untuk menghasilkan bahan keperluan medis, penelitian ilmiah, dan berbagai tujuan lainnya.

Kategori kedua adalah uranium yang sangat diperkaya atau highly enriched uranium (HEU). Jenis uranium ini memiliki kandungan U-235 sebesar 20% atau lebih.

HEU sebagian besar digunakan untuk kepentingan militer, terutama dalam pengembangan senjata nuklir. Selain itu, uranium dengan tingkat pengayaan tinggi juga digunakan pada aplikasi khusus seperti reaktor kapal selam bertenaga nuklir.

Meski seluruh tingkat pengayaan tinggi dapat digunakan untuk senjata, pengayaan hingga minimal 90%  sering disebut sebagai uranium tingkat senjata.

Semakin tinggi tingkat pengayaan uranium, semakin sedikit bahan yang diperlukan untuk memproduksi senjata nuklir.

Kondisi itu membuat hulu ledak dapat dibuat lebih kecil dan ringan. Dampaknya, rudal mampu menjangkau jarak lebih jauh dan pesawat dapat membawa lebih banyak senjata.

Berapa Lama Uranium Bisa Menjadi Senjata Nuklir?

Proses pengembangan uranium hingga mencapai tingkat senjata nuklir tidak terjadi secara instan. Tahapan paling penting berada pada proses pengayaan.

Begitu sebuah negara memiliki kemampuan memperkaya uranium, proses menuju pengembangan senjata nuklir dapat berlangsung relatif lebih cepat.

Pengayaan uranium hingga mencapai kadar 90% dinilai lebih mudah dan cepat dilakukan setelah infrastruktur serta teknologi pengayaan berhasil dikuasai.

Dalam kondisi tersebut, waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan senjata nuklir sering kali hanya berlangsung beberapa bulan.

Faktor itulah yang membuat pengawasan proliferasi nuklir menjadi sangat rumit bagi lembaga internasional maupun otoritas terkait.

Selain memerlukan teknologi canggih, pemantauan program nuklir suatu negara juga sulit dilakukan karena proses pengayaan uranium dapat berkembang dengan cepat setelah kapasitas dasar dimiliki.

Mengapa Uranium Jadi Isu Penting Dunia?

Uranium bukan sekadar bahan tambang biasa. Material ini memiliki peran strategis dalam sektor energi sekaligus militer.

Pada satu sisi, uranium dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga nuklir dan mendukung kebutuhan medis maupun penelitian.

Namun pada sisi lain, uranium dengan tingkat pengayaan tinggi dapat digunakan untuk memproduksi senjata nuklir yang memiliki daya rusak sangat besar.

Karena alasan tersebut, program pengayaan uranium milik suatu negara sering memicu perhatian dunia internasional, termasuk dalam konflik Iran dan Amerika Serikat.

Perdebatan soal hak memperkaya uranium, pengawasan fasilitas nuklir, hingga pemindahan uranium yang telah diperkaya menjadi bagian penting dalam diplomasi internasional.

Sumber: Beritasatu.com

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play