SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Kayong Utara Pelita Penebang Cetak Operator Bersertifikasi dari Tenaga Kerja Non-Skill KIPP

Pelita Penebang Cetak Operator Bersertifikasi dari Tenaga Kerja Non-Skill KIPP

: Peserta Program Pelita Penebang berfoto dengan manajemen PT Dharma Inti bersama usai pelatihan teknis operasional. SUARAKALBAR.CO.ID/HO-DIB

Kayong Utara (Suara Kalbar) – Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) menjalankan Program Pelita Penebang sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja lokal melalui pelatihan operator overhead crane bersertifikasi.

Program yang diinisiasi tim Human Resources dan Health, Safety, and Environment (HSE) KIPP tersebut menyasar tenaga kerja harian non-skill yang bekerja di area operasional, khususnya batching plant.

Niken Prisca, Head of Corporate Communications KIPP mengatakan program tersebut dirancang untuk membuka peluang pengembangan karier bagi masyarakat lokal melalui pendidikan dan pelatihan profesional.

“Pelita Penebang ini cikal bakalnya adalah merintis talenta lokal untuk bisa mendapatkan kesempatan memiliki skill yang tersertifikasi secara profesional dan memiliki peluang besar untuk bisa bergabung sebagai karyawan di Kawasan Industri Pulau Penebang,” katanya.

Peserta Program Pelita Penebang mendalami teknis operasional Hoist Crane demi standar kerja profesional di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).

Kawasan Industri Pulau Penebang di Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat merupakan proyek strategis nasional dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB). Kawasan industri ini diproyeksikan sebagai pusat hilirisasi dan industrialisasi bauksit terintegrasi.

Ia menjelaskan, peserta pelatihan dipilih melalui tahapan seleksi administratif, tes tertulis, dan wawancara. Batch pertama program ini difokuskan pada pelatihan operator overhead crane.

Menurut Niken, program tersebut tidak hanya berfokus pada penguasaan alat, tetapi juga pembentukan disiplin dan budaya keselamatan kerja.

“Jadi mereka itu memiliki bekal dasar bekerja dengan aman. Itu juga sebagai komitmen perusahaan untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman,” ujarnya.

Selain pelatihan di kelas, peserta juga menjalani pembinaan mental dan fisik, serta evaluasi lapangan bersama trainer dan senior operator perusahaan.

Ia menambahkan, program Pelita Penebang akan dikembangkan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan operasional perusahaan, termasuk pelatihan multi-skill di berbagai bidang kerja lainnya.

“Harapannya masyarakat lokal memiliki skill yang sangat baik, bahkan bisa melebihi tenaga kerja dari luar,” ujarnya.

Salah satu peserta, Suheriduansyah (19), mengaku mengikuti program tersebut untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja. Pemuda asal Tanjung Satai itu sebelumnya pernah bekerja sebagai karyawan sawit sebelum bergabung di KIPP.

“Motivasi saya ikut pelatihan ini karena mau naik skill juga dan berkembang. Saya juga ingin punya pengalaman baru,” ujarnya.

Ia menilai pelatihan yang dijalani memberikan pengalaman baru sekaligus suasana belajar yang menyenangkan.

“Saya terima kasih sama tim HSE yang sudah memberikan pembelajaran dan tempat untuk naik up-skill ini,” katanya.

Peserta lainnya, Eka Pramuja (22), mengatakan program tersebut membuka peluang peningkatan karier bagi tenaga kerja lokal di kawasan industri.

“Yang jelas mengikuti program ini untuk meningkatkan income dan menambah wawasan juga. Tidak selamanya kita begini terus, jadi ada peluang jenjang karier,” ujar warga Dusun Pintau, Desa Tanjung Satai tersebut.

Eka berharap sertifikasi operator dan Surat Izin Operasi (SIO) yang nantinya diperoleh dapat menjadi bekal untuk pengembangan karier di dunia industri.

Program Pelita Penebang menjadi salah satu langkah KIPP dalam membangun SDM lokal yang kompeten dan siap bersaing di tengah perkembangan kawasan industri di Kayong Utara.

Program ini memiliki semangat yang sama dengan program yang telah diluncurkan sebelumnya, yaitu memberangkatkan 89 pemuda mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium di Cina selama tiga bulan melalui Operations Development Program (ODP). Puluhan pemuda yang sebagiannya merupakan putra-putri asli Kabupaten Kayong Utara ini diproyeksikan bekerja di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) setelah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi keahlian.

Sumber: Siaran Pers

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play