Jemaah Haji Diimbau Waspadai Dehidrasi di Tengah Cuaca Panas Arab Saudi
Suara Kalbar – Para jemaah haji Indonesia diimbau untuk tidak lengah dan mengabaikan tanda-tanda dehidrasi saat beraktivitas di tengah cuaca panas ekstrem di Makkah dan Madinah, Arab Saudi.
Dokter spesialis gizi klinik dr A Yasmin Syauki, menuturkan salah satu tanda awal dehidrasi yang paling mudah dirasa dan dilihat adalah kondisi tubuh yang mulai lemas hingga perubahan warna urine.
“Tanda-tanda dehidrasi itu sebenarnya badan lemas, kemudian kalau misalnya yang sebelum lemas mungkin kita bisa lihat warna kencing kita itu warnanya apa,” kata dr Yasmin, Sabtu (17/5/2026).
Lebih lanjut dr Yasmin menjelaskan warna urine dapat menjadi indikator awal kondisi hidrasi tubuh seseorang.
“Ketika warnanya pekat, maka kemungkinan kita mengalami dehidrasi. Jadi sudah tidak terlalu kuning, bukan kuning jernih, jadi kuningnya pekat, maka itu sudah mengalami dehidrasi,” ungkapnya.
Selain ubuh lemas, rasa limbung, dokter spesialis gizi klinis, dr Pande menambahkan, para jemaah haji juga harus mewaspadai nyeri kepala, mual, hingga pandangan buram. Jika mulai merasakan tanda-tanda tersebut, jemaah haji diminta untuk segera meningkatkan asupan cairan agar kondisi tidak semakin parah.
“Kita segera menambah asupan cairan untuk menghindari respons dehidrasinya,” imbuh dr Pande.
Selain dehidrasi, jemaah haji juga berisiko mengalami sengatan panas atau heatstroke akibat aktivitas di tengah suhu ekstrem. Heatstroke yang berarti panas yang tidak bisa dikendalikan oleh tubuh, sehingga orang yang mengalaminya merasa seperti sesak napas, kemudian pusing.
“Kemudian tubuh kita tidak bisa melakukan kompensasi, itu langsung tiba-tiba bisa sesak, lemas, lalu pusing,” lanjutnya.
Untuk mencegah dampak buruk paparan panas, dr Yasmin menyarankan jemaah menggunakan pelindung kepala saat beraktivitas di luar ruangan. Ia juga menyarankan penggunaan kain atau kanebo basah ketika berada di dalam tenda di Mina untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap dingin.
“Basahi kanebo dengan air, sehingga kepala kita suhunya tetap dingin, tidak panas,” tutup dr Yasmin singkat.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





