Dokter Ungkap Rasa Kantuk Bisa Jadi Tanda Tubuh Kelelahan
Suara Kalbar – Dokter ahli penyakit dalam mengungkapkan, rasa kantuk yang sering muncul bukan sekadar gejala ringan, melainkan sinyal alami tubuh yang mengalami kelelahan.
“Gejala (kelelahan) yang sering kita anggap ringan namun sebenarnya itu adalah sinyal dari tubuh adalah mengantuk,” kata dr Ari Fahrial Syam.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi itu menjelaskan, penyebab kelelahan yang paling umum adalah kurangnya waktu tidur yang berkualitas. Kondisi ini umumnya sering diabaikan karena banyak orang memilih mengandalkan minuman berkafein, seperti kopi, agar tetap fokus saat bekerja, alih-alih memperbaiki pola istirahat.
Dokter Ari menekankan, konsumsi kafein secara berlebihan, terutama di atas 150 miligram, dapat memicu efek samping bagi tubuh, seperti jantung berdebar hingga meningkatnya asam lambung.
“Sebenarnya kecapekan atau lelah itu obatnya adalah istirahat dan tidur. Cuma (sering) kita paksa dengan minum kopi, akhirnya kita jadi tetap waspada begitu. Tetapi sebenarnya tubuh sudah tidak sanggup untuk terus bekerja,” jelasnya, dikutip dari Beritasatu.com, Minggu (10/5/2026).
Selain kopi, masyarakat diimbau untuk tidak terlalu sering mengonsumsi minuman berenergi demi memaksa tubuh yang sedang lelah tetap beraktivitas. Menurut guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, cara tersebut justru dapat membuat tubuh bekerja melampaui batas kemampuannya.
Kelelahan sebenarnya dapat diatasi dengan menerapkan pola makan sehat dan seimbang. Asupan harian sebaiknya mencukupi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, serta mineral untuk membantu menjaga stamina dan meningkatkan daya tahan tubuh. Nutrisi tersebut dapat diperoleh dari berbagai makanan, seperti daging sapi, ayam, telur, susu, buah-buahan, dan sayuran.
Dari sisi pola istirahat, dr Ari menganjurkan setiap orang untuk tidur setidaknya enam jam setiap malam. Jika durasi tidur sehari-hari kurang, maka kekurangan tersebut tidak bisa sepenuhnya diganti hanya dengan tidur lebih lama saat akhir pekan.
“Tetapi bukan berarti kurang tidur sehari-hari dikumpulkan, lalu dibalasnya saat akhir pekan. Tidur yang berkualitas itu tidur pada malam hari, sehingga tidak ada mimpi-mimpi buruk begitu,” tutup dr Ari.
Sumber: Beritasatu.com
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS





