SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Bisnis AsetKu Gandeng HIPMI Pontianak, Edukasi Mahasiswa agar Bijak Gunakan Pinjaman Digital

AsetKu Gandeng HIPMI Pontianak, Edukasi Mahasiswa agar Bijak Gunakan Pinjaman Digital

Kegiatan “Bincang Bareng AsetKu” bertema Bijak Memanfaatkan Fasilitas Keuangan Digital di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis (07/05/2026). SUARAKALBAR.CO.ID/AsetKu

Pontianak (Suara Kalbar) – Perusahaan layanan pinjaman daring berizin OJK, AsetKu, menggandeng BPC HIPMI Pontianak menggelar kegiatan “Bincang Bareng Asetku” bertema Bijak Memanfaatkan Fasilitas Keuangan Digital di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis (07/05/2026). Kegiatan ini menyasar mahasiswa sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan digital dan mencegah generasi muda terjebak pinjaman online ilegal.

Head of HR & GA AsetKu, Diana Romatua Marbun menjelaskan, Asetku merupakan perusahaan pinjaman daring atau peer-to-peer lending yang telah terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“AsetKu itu adalah fintech lending, jadi perusahaan pindar pinjaman yang terdaftar dan berizin OJK,” ujarnya.

Ia mengatakan mahasiswa dipilih sebagai target literasi karena menjadi salah satu kelompok masyarakat yang aktif menggunakan layanan pinjaman daring.

“Targetnya mahasiswa karena mahasiswa itu adalah bagian dari masyarakat yang saat ini banyak menggunakan fasilitas untuk mengambil pinjaman daring. Terutama karena kemudahan dan lain-lain, sehingga kami menyasar mahasiswa ini adalah supaya mereka bisa melek dengan literasi keuangan digital ini,” katanya.

Menurut Diana, edukasi tersebut penting agar mahasiswa memahami layanan peer-to-peer lending dan tidak terjebak pinjaman online ilegal.

“Sehingga harapannya adalah mereka ini akan memiliki pemahaman yang baik tentang layanan peer-to-peer lending. Sehingga harapannya adalah mereka bisa memanfaatkan fasilitas pinjaman daring ini dengan baik dan mereka tidak terjebak atau masuk ke dalam perangkap pinjaman online ilegal,” ujarnya.

Terkait keamanan data pribadi pengguna, Diana memastikan AsetKu memiliki sistem penyaringan data yang telah terverifikasi serta komitmen menjaga informasi nasabah.

“Informasi itu pasti akan kami jaga dengan baik. Dan juga pada saat pengisian aplikasi dan lain-lainnya itu sudah melalui proses yang sudah sangat tersaring dengan baik. Sehingga kami pastinya tidak akan menyalahgunakan data karena perusahaan kami itu sudah tersertifikasi keamanan informasi dan penggunaan data pribadi,” katanya.

Ia menambahkan, AsetKu saat ini hanya menyediakan layanan pinjaman sesuai lisensi yang diberikan OJK.

“Tidak ada, hanya pinjaman saja. Karena memang lisensinya itu adalah lisensi untuk pinjaman,” ujarnya.

Diana menyebut salah satu keunggulan layanan AsetKu adalah proses persetujuan pinjaman yang cepat melalui sistem credit scoring yang telah terukur.

“Pinjaman itu bisa diakses dan bisa langsung mendapatkan datanya, apakah pinjaman disetujui atau tidak hanya dalam hitungan kurang dari lima menit,” katanya.

Selain itu, AsetKu juga mengklaim terus meningkatkan kenyamanan pengguna, termasuk pada fitur OTP agar proses pengajuan tidak terhambat.

“Nah dari AsetKu ini fitur-fitur seperti itu sudah sangat kami perhatikan sehingga memang sangat memudahkan untuk pengguna yang mau memakai aplikasi kami,” ujarnya.

Diana mengatakan kegiatan literasi keuangan di Pontianak merupakan yang pertama kali dilakukan AsetKu di Kalimantan Barat. Menurutnya, perusahaan kini lebih fokus menyasar wilayah di luar Pulau Jawa.

“Kami menyasar daerah yang memang di luar Jawa. Makanya untuk tahun ini kami mengunjungi Pontianak karena kami melihat Pontianak itu pangsa pasarnya sangat besar,” katanya.

Ia menyebut jumlah mahasiswa di Pontianak mencapai sekitar 45 ribu orang dan dinilai potensial sebagai sasaran edukasi keuangan digital.

Selain mahasiswa, kata Diana, program literasi keuangan AsetKu juga menyasar kelompok lain seperti ibu rumah tangga hingga pelaku UMKM.

“Jadi memang yang kami sasar setiap tahunnya itu akan berbeda-beda. Karena kami mau seluruh lapisan masyarakat itu bisa mendapatkan literasi keuangan,” ujarnya.

Dalam paparannya, Diana juga mengungkap nilai penggunaan pinjaman daring di Pontianak pada 2025 mencapai sekitar Rp 808 juta.

AsetKu menggandeng HIPMI Pontianak karena memiliki visi yang sama dalam mendorong mahasiswa tidak hanya fokus kuliah, tetapi juga mulai membangun usaha.

“Karena memang untuk fasilitas produk yang diberikan oleh perusahaan pindar itu bukan hanya konsumtif saja, tapi juga produktif. Dan produktif itu kami memang memberikan fasilitas untuk UMKM. Dan sekarang ini banyak mahasiswa yang menjadi pelaku UMKM,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPC HIPMI Pontianak, Muhammad Iqbal Muthahar menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama dengan AsetKu dapat menjadi wadah pengembangan mahasiswa di Pontianak.

“Semoga dengan adanya AsetKu ini bisa menjadi kolaborasi bukan pertama dan terakhir kali, tapi bisa menjadi pembangunan kita minimal setahun bisa dua kali, tiga kali, supaya generasi-generasi kita khususnya di kota Pontianak, mahasiswa kita ini bisa berkembang,” ujarnya.

Iqbal juga menyoroti maraknya hoaks dan pinjaman online ilegal yang menyasar anak muda.

“Maka dari itu dengan adanya HIPMI kota Pontianak bersama AsetKu ini bisa menjadi wadah kita, jangan sampai anak muda ini selalu tertipu, apalagi sekarang banyak masalah pinjol yang tidak jelas, peminjaman yang tidak jelas,” katanya.

Penulis: Maria

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play