Google Assistant Mulai Ditinggalkan, Digantikan Gemini pada September 2026
Suara Kalbar – Google akan segera mengakhiri perjalanan Google Assistant sebagai asisten digital utama pada perangkat Android. Setelah hampir satu dekade digunakan oleh pengguna, layanan tersebut mulai dihentikan secara bertahap pada 4 September 2026.
Penghentian dilakukan seiring keputusan Google memindahkan fokus layanan asisten digitalnya ke Gemini, platform kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru yang dinilai memiliki kemampuan lebih luas dibandingkan pendahulunya.
Google menjelaskan proses penghentian tidak dilakukan secara serentak. Migrasi akan berlangsung bertahap dan dapat membutuhkan waktu beberapa minggu hingga seluruh pengguna terdampak.
Setelah proses tersebut selesai, pengguna tidak lagi dapat menggunakan maupun kembali mengaktifkan Google Assistant pada perangkat yang mendukung layanan tersebut.
Google Assistant Pernah Jadi Asisten Digital Terdepan
Sebelum era AI generatif berkembang seperti sekarang, Google Assistant dikenal sebagai salah satu asisten digital paling mumpuni. Layanan tersebut bahkan pernah mengungguli sejumlah pesaing, termasuk Siri, Alexa, dan Cortana dalam berbagai pengujian.
Salah satu pengujian dilakukan Loup Ventures pada 2019 dengan memberikan 800 pertanyaan kepada sejumlah asisten digital. Google Assistant mampu memahami seluruh pertanyaan dan memberikan jawaban yang benar sebesar 93 persen.
Sebagai perbandingan, Siri memahami 99,8 persen pertanyaan dengan tingkat jawaban benar 83,1 persen. Sementara Amazon Alexa memahami 99,9 persen pertanyaan dengan tingkat jawaban benar 79,8 persen.
Dalam pengujian pada 2018, Google Assistant juga menempati posisi teratas dengan tingkat akurasi 86 persen, disusul Siri 79 persen dan Alexa 61 persen.
Pengujian tersebut menggunakan perangkat Google Pixel XL berbasis Android 9 Pie untuk Google Assistant, iPhone dengan iOS 12.4 untuk Siri, serta aplikasi Alexa pada iOS.
Google Mulai Menghentikan Google Assistant pada 4 September
Google telah memberikan pemberitahuan kepada pengguna bahwa Google Assistant pada perangkat seluler akan mulai dihentikan pada 4 September 2026.
Setelah proses penghentian selesai, pengguna tidak lagi dapat mengakses maupun mengaktifkan kembali Google Assistant pada ponsel Android, tablet, dan perangkat lain yang masih mengandalkan layanan tersebut.
Penghentian juga mencakup perangkat Wear OS, headphone dan earbud yang menggunakan Google Assistant melalui ponsel, serta kendaraan yang menjalankan Android Auto melalui perangkat seluler.
Namun, terdapat sejumlah pengecualian. Kendaraan yang menggunakan Google built-in atau sistem Android Automotive masih dapat menjalankan Google Assistant setelah tanggal tersebut.
Google Assistant juga masih tersedia untuk sementara waktu pada sejumlah perangkat Google TV, speaker Google Home, dan smart display. Namun, Google telah mengonfirmasi bahwa Gemini nantinya juga akan hadir pada perangkat-perangkat tersebut.
Google mengatakan proses transisi akan dilakukan secara bertahap agar pengguna dapat beralih ke pengalaman asisten digital yang baru.
Gemini Jadi Pengganti Google Assistant
Bagi pengguna Android yang terdampak, Google telah menyiapkan Gemini sebagai pengganti utama Google Assistant.
Untuk menggunakan Gemini, perangkat setidaknya harus menjalankan Android 9 atau versi lebih baru, memiliki RAM minimal 2 GB, serta berada di wilayah yang telah mendukung layanan Gemini.
Pengguna juga tetap dapat memanggil Gemini melalui perintah suara “Hey Google”, sehingga pola penggunaan dasarnya tidak jauh berbeda dari Google Assistant.
Selain kemampuan AI yang lebih luas, Gemini tetap dapat digunakan untuk sejumlah fungsi yang sebelumnya tersedia pada Google Assistant. Di antaranya mengatur alarm, membuat timer, mendikte pesan, hingga mengirim pesan teks.
Perjalanan Google Assistant Selama Hampir Satu Dekade
Google Assistant pertama kali diperkenalkan dalam ajang Google I/O pada 18 Mei 2016. Layanan tersebut awalnya hadir melalui aplikasi pesan Google Allo pada September 2016.
Google kemudian membawa Assistant ke perangkat kerasnya melalui peluncuran Google Pixel dan Pixel XL pada Oktober 2016.
Pada Februari 2017, Google mulai memperluas ketersediaan Google Assistant ke berbagai ponsel Android pihak ketiga yang menjalankan Android 6.0 Marshmallow atau versi lebih baru.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya Mei 2017, Google menghadirkan aplikasi Google Assistant untuk iPhone. Versi Android sebagai aplikasi mandiri kemudian tersedia melalui Google Play Store pada Oktober 2017.
Selama hampir satu dekade, Google Assistant menjadi bagian penting dari ekosistem perangkat Google. Namun, perkembangan AI generatif membuat perusahaan mulai mengalihkan fokus ke Gemini.
Google sebelumnya berencana menghentikan Google Assistant pada akhir 2025. Rencana tersebut kemudian ditunda hingga akhirnya proses penghentian mulai dilakukan pada September 2026.
Dengan beralihnya fokus ke Gemini, era Google Assistant perlahan memasuki babak terakhir. Bagi pengguna Android, perubahan tersebut menandai peralihan dari asisten berbasis perintah suara konvensional menuju layanan yang mengandalkan kemampuan AI generatif.
Sumber: Beritasatu.com





