Feri Bardan–Siantan Resmi Berhenti Beroperasi, Perbaikan Infrastruktur Masih Menunggu Kepastian
Pontianak (Suara Kalbar) – Layanan penyeberangan feri Bardan–Siantan resmi berhenti beroperasi sejak 1 April 2026. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas penyeberangan tidak lagi berlangsung, sementara sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan terlihat belum mulai diperbaiki pada Rabu (01/04/2026) siang.
Penutupan operasional feri tersebut diputuskan oleh Pemerintah Kota Pontianak menyusul kondisi fasilitas yang dinilai sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Trisna Ibrahim, mengungkapkan bahwa proses pembangunan kembali dermaga membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang. Ia menyebutkan bahwa pembangunan di lokasi yang sama bukan perkara mudah, bahkan memerlukan biaya yang lebih besar.
“Ini perlu waktu, untuk membangun dermaga tidak gampang, membangun di tempat yang sama tidak gampang, cost nya lebih besar, mungkin kedepan membangun posisi nya di sebelah,” ujarnya, Senin (31/03/2026).
Lebih lanjut, Trisna menjelaskan bahwa upaya perbaikan dengan menarik struktur lama juga bukan solusi yang efisien, karena biaya yang dibutuhkan hampir setara dengan pembangunan baru.
“Menarik struktur yang lama biayanya sama dengan membangun, dan itu perlu waktu, apbd kita kan terjadi pemangkasan cukup besar, membangun infrastruktur seperti ini butuh dana cukup besar jadi kita buat proposal ke kementrian perhubungan,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa perbaikan fasilitas penyeberangan tersebut merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan. Pemerintah kota, kata dia, telah mengambil langkah dengan menyurati pihak terkait agar segera dilakukan perbaikan.
“Itu kan tangung jawab kementerian perhubungan, kita sudah menyurati untuk segera memperbaiki, kita minta cepat diperbaiki,” tegasnya, beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait kapan perbaikan akan dimulai dan kapan layanan feri Bardan–Siantan dapat kembali beroperasi. Kondisi ini pun berdampak pada mobilitas masyarakat yang selama ini bergantung pada layanan penyeberangan tersebut.
Penulis: Fajar Bahari





