Dua Situs Baru di China Resmi Masuk Daftar UNESCO Global Geopark
Suara Kalbar – China kembali menegaskan perannya dalam konservasi global setelah dua situs geologi baru resmi masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark. Penetapan tersebut diputuskan dalam sidang ke-224 Dewan Eksekutif UNESCO yang berlangsung di Paris, Prancis, pada Rabu (15/4/2026).
Mengutip laporan CGTN, Jumat (17/4/2026), dua kawasan yang memperoleh pengakuan internasional tersebut adalah Changshan Geopark di Provinsi Zhejiang dan Gunung Siguniang di Provinsi Sichuan. Dengan penambahan ini, total geopark global UNESCO di China kini mencapai 51 lokasi yang tersebar di 24 wilayah setingkat provinsi, termasuk Hong Kong.
Changshan Geopark Simpan Jejak Geologi Miliaran Tahun
Changshan Geopark yang berada di Kota Quzhou, Provinsi Zhejiang, memiliki luas sekitar 1.043,1 kilometer persegi. Kawasan ini dikenal menyimpan catatan geologi yang sangat lengkap, mencakup rentang waktu dari era Neoproterozoikum hingga Kenozoikum.
Keberadaan lapisan geologi yang berkesinambungan tersebut merepresentasikan hampir satu miliar tahun evolusi geologi di kawasan Asia Timur. Hal ini menjadikan Changshan sebagai salah satu situs penting untuk penelitian ilmiah di bidang geologi.
Salah satu daya tarik utama geopark ini adalah keberadaan “Golden Spike” atau global boundary stratotype section and point (GSSP) pertama di China. Selain itu, kawasan ini juga kaya akan fosil penting seperti graptolite, trilobite, dan conodont yang memiliki nilai ilmiah tinggi.
Dari sisi lanskap, Changshan Geopark menawarkan keindahan alam berupa formasi karst terumbu tahap awal, puncak granit yang menjulang, serta aliran Sungai Changshan yang memperkaya karakter geografis kawasan tersebut.
Geologi Kompleks dan Biodiversitas Tinggi di Gunung Siguniang
Sementara itu, Gunung Siguniang yang terletak di Kabupaten Xiaojin, Prefektur Otonom Aba Zang dan Qiang, Provinsi Sichuan, mencakup area sekitar 2.764,01 kilometer persegi. Kawasan ini berada di zona peralihan antara Dataran Tinggi Qinghai-Xizang dan Cekungan Sichuan.
Geopark ini dikenal memiliki struktur geologi yang kompleks, termasuk orogenik Songpan-Ganzi, lipatan khas Xikang, serta formasi flysch yang terbentuk dari endapan turbidit. Lanskapnya ditandai oleh puncak pegunungan tinggi dan bentang alam glasial yang khas.
Karakteristik tersebut mencerminkan proses evolusi tektonik kawasan, mulai dari keberadaan Samudra Paleo-Tethys hingga pengangkatan tepi timur Dataran Tinggi Qinghai-Xizang. Hal ini menjadikan Gunung Siguniang memiliki nilai ilmiah dan komparatif yang signifikan di tingkat global.
Tak hanya unggul dari sisi geologi, kawasan ini juga merupakan salah satu hotspot keanekaragaman hayati dunia. Tercatat lebih dari 2.000 spesies tumbuhan tingkat tinggi hidup di wilayah ini, termasuk hutan buckthorn laut alami terbesar dan tertua di dunia. Selain itu, terdapat lebih dari 300 spesies vertebrata, di antaranya giant panda dan snow leopard.
Peran Geopark Global UNESCO untuk Konservasi
Penetapan Geopark Global UNESCO merupakan bagian dari program International Geoscience and Geoparks Programme yang diluncurkan pada 2015 oleh UNESCO. Program ini bertujuan melestarikan warisan geologi sekaligus mendorong pemanfaatannya secara berkelanjutan.
Saat ini, terdapat lebih dari 200 Geopark Global UNESCO yang tersebar di sekitar 50 negara di dunia. Penambahan dua geopark baru di China semakin memperkuat kontribusi negara tersebut dalam konservasi lingkungan dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis geologi.
Masuknya Changshan Geopark dan Gunung Siguniang ke dalam daftar ini tidak hanya menambah jumlah situs penting dunia, tetapi juga menunjukkan komitmen China dalam menjaga warisan alamnya.
Dengan kekayaan geologi dan keanekaragaman hayati yang dimiliki, kedua kawasan ini berpotensi menjadi pusat penelitian sekaligus destinasi wisata edukatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Sumber: Beritasatu.com






